31 C
Semarang
, 12 June 2024
spot_img

Ambil Formulir Pilgub Jateng di PDIP, Heru: Hilangkan Money Politik

Semarang, JatengNews.id – Mantan Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmiko ambil formulir bakal calon pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Jateng.

Heru sapaan akrabnya ambil formulir pendaftaran bakal calon Pilgub Jateng untuk yang pertama di Kantor DPD PDIP Jateng, Rabu (22/5/2024) siang.

Pria yang dulu pernah mendamping Ganjar Pranowo memimpin Jateng pada tahun 2013-2018 tersebut, terlihat sangat antusias dan semangat untuk kembali maju dalam kontestasi politik di Jateng.

“Saya niati hari ini mau mendaftarkan diri, bukan calon gubernur tapi wakil gubernur,” ucapnya saat ditemui di Kantor DPD PDIP Jateng, Rabu (22/5/2024).

Baca juga: 2 Caleg Terpilih PDI Perjuangan Gagal Dilantik Usai Hasil Rapat Pleno KPU Karanganyar

Dirinya mengaku bukan target atau sebagainya, namun dari ia memang ingin mencalonkan diri atas kemauan pribadi.

“Selama saya mampu dan beri mampu oleh yang maha kuasa, saya ingin tetap berbuat sesuatu,” kata pria yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI tersebut.

Heru menceritakan, sudah belajar politik dan pemerintahan sejak dari tingkat kecamatan hingga berbagai jabatan pernah ia capai.

“Barangkali pengalaman saya, kemampuan yang masih saya miliki masih ada yang mau memakainya melalui PDI Perjuangan,” tuturnya kepada Jatengnews.id.

Saat ditanya kenapa memilih mendaftar calon wakil gubernur (Cawagub) dari pada calon gubernur (Cagub), dirinya merasa tidak mampu lantaran biaya perpolitik yang menurutnya mahal.

“Kaliam tahu lah cagub mesti biayanya gede (mahal), saya nggak sanggup. Mungkin pekerjaannya saya mengerti tapi saya pikir saya cukup mendaftar Cawagub,” ungkapnya.

Dirinya mengaku siap dipasangkan dengan siapa saja, lantaran ia ingin memperbaiki bangsa ini dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) supaya tidak lagi tergiur dengan money politik atau politik uang.

Baca juga: Jelang Pilwakot Semarang, Yoyok Sukawi Komunikasi Politik Semua Partai

“Dalam konstitusi disebutkan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Sekarang sudah banya orang yang kaya raya punya duit triliyunan tapi masih banyak yang mengandalkan bansos (bantuan sosial),” paparnya.

Kiranya, masih banyak masyarakat yang belum pandai dalam menentukan pilihan baik pada saat Pemilu maupun Pilkada.

“Kalau rakyatnya pinter, rakyatnya sejahtera, saya kira money politik bukan sesuatu yang utama, karena orang akan memilih kualitas. Jadi pemilu itu tidak berdiri sendiri tidak berada di ruang hampa, rakyat harus dipintarkan,” tandasnya. (Kamal-01)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN