27 C
Semarang
, 12 June 2024
spot_img

IJTI Jateng Gelar Diskusi Jurnalisme Positif Menjaga Pilkada Damai 2024

Semarang, Jatengnews.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jateng menggelar diskusi dengan tema Jurnalisme Positif Menjaga Pilkada Damai 2024 di kantor Kesbangpol Jateng Semarang, Senin (10/6/2024).

Hadir sebagai pembicara yakni Ketua IJTI Jateng Teguh Hadiprayitno, Wakil Ketua Komisi A DPRD Jateng Fuad Hidayat, anggota Komisi A DPRD Jateng Denny Septiviant, serta dosen Fisip Undip Bangkit Wiryawan, yang dipandu moderator Ajipasa Lukadinata. 

Baca juga: Rektor UNDIP Lantik Pejabat Baru, Pesan Beliau: Bekerja dengan Passion dan Bahagia

Teguh Hadiprayitno mengatakan jurnalisme positif tidak hanya sekedar memberikan fakta dan berita yang berimbang. Namun tentang pemberian informasi yang membangun optimisme.

‘’Ketika jurnalis meliput konflik atau kondisi berbeda, jurnalis memiliki pilihan untuk menyoroti sisi positif dan bisa berikan solusi,’’kata Teguh.  

Teguh melihat untuk saat ini tantangan terbesar yakni dari media sosial yang memberikan informasi tidak terverifikasi dan bisa memunculkan berita bohong alias hoax. Apalagi masyarakat sangat sulit membedakan antara informasi yang diberikan dari media massa dan media sosial.

‘’Masyarakat saat ini semakin mengerti dan media massa terverifikasi tetap menjadi rujukan utama dalam mengetahui informasi yang benar,’’jelasnya.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi A DPRD Jateng Fuad Hidayat mengapresiasi diskusi yang digelar IJTI Jateng bersama Kesbangpol Jateng ini. Fuad mencontohkan pada Pilpres 2024 kemarin, pemberitaan yang disajikan media massa sangat berimbang dan berdampak Pilpres menjadi baik.

‘’Nanti akan Pilkada Jateng pada November. Kehadiran media massa sangat penting dibutuhkan untuk menjadi referensi informasi masyarakat Jawa Tengah. Media massa penting keberadannya, meski saat ini digempur hadirnya medsos. Media massa bisa menjadi penjaga marwah informasi yang membutuhkan fakta yang sebenarnya,’’jelas Fuad.

Baca juga: PKD Jateng Gandeng Mapala Gelar Rapat Pleno Isu Lingkungan Bersama Walhi

Hal sama juga dikatakan Denny Septiviant yakni jurnalisme positif bisa menurunkan insiden yang terjadi. Dia mencontohkan ketika beberapa negara di Afrika seperti  Ghana dan Kenya ketika melakukan pemilihan presiden.

‘’Ketika debat kandidat di Ghana, media massa memback up penuh, dan berhasil menurunkan kekerasan di negera tersebut. Sama juga di Kenya, jurnalis positif menjadikan pemberitaan semakin soft dan menurunkan angka konflik,’’pungkasnya. (02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN