27 C
Semarang
, 21 July 2024
spot_img

PKD Jateng Gandeng Mapala Gelar Rapat Pleno Isu Lingkungan Bersama Walhi

Semarang, JatengNews.id – Pusat koordinasi daerah (PKD) Jateng bersama mahasiswa pencinta alam (Mapala) tingkat perguruan tinggi se Jateng mengadakan rapat pleno I untuk membahas isu lingkungan yang terjadi di jawa tengah.

PKD Jateng bersama Mapala tingkat perguruan tinggi se Jateng rapat pleno bahas isu lingkungan dengan tema “Ekstraksi dan Elaborasi Agenda Mapala Dalam Bidang Lingkungan Hidup Untuk Menyuarakan Krisis Iklim”.

Rapat pleno pusat koordinasi daeah ini merupakan terusan atau tindak lanjut dari hasil sidang Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) mahasiswa pencinta alam tingkat perguruan tinggi se Indonesia ke XXXIII tahun 2023 di Mahagapa universitas gajah putih, Takengon, Aceh tengah.

Baca juga: 3 Profil Wisudawan Terbaik SCU Semarang Tahun 2024 Digelar di Kampus BSB

TKWM sendiri merupakan forum berkumpulnya Mapala Se- Indonesia untuk pembahasan isu lingkungan dari masing-masing derah atau provinsi di indonesia untuk didiskusikan kemudian diangkat ke skala nasional menuju TWKM selanjutnya.

Rapat pleno I ini dihadiri oleh Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang Arief Budiman dan anggota mapala perwakilan dari tiap Universitas se- Jawa tengah yang diantaranya yaitu Mapala Specta UIN raden mas said Surakarta, Wapeala Universitas Diponegoro Semarang, Mapala Satria Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan lain sebagainya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Lantai 2 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang, (28/2/2024)

PKD Jateng bekerjasama dengan Walhi Jateng sebagai narasumber dan pemantik di sesi Focus Group Discussion (FGD) untuk pembahasan isu lingkungan ini.

“Isu lingkungan yang kami angkat dalam PKD kali ini adalah mengenai “sampah” dikarenakan laporan dari masing-masing Mapala di tiap daerah yang hadir, sampah masih menjadi masalah serius dan sampah juga ternyata punya potensi untuk memperparah kondisi iklim” ungkap Rizki Ariyadin selaku koordinator PKD Jateng.

Hasil dari forum diskusi tersebut Walhi memberikan arahan untuk Mapala agar bisa sama-sama mengawal isu lingkungan yang terjadi di daerahnya masing-masing, khususnya soal sampah.

“Kegiatan Mapala merupakan kegiatan yang sangat dekat dengan alam, maka Mapala seharusnya bisa lebih lantang untuk mengawal dan menyuarakan masalah lingkungan di daerahnya masing-masing” ujar Fahmi Bastian selaku Direktur Eksekutif dari Walhi Jateng.

Baca juga: Undip Beri Layanan Pengobatan Gratis Warga Korban Banjir Demak

Diharapkan dengan adanya rapat pleno perdana ini bisa menyatukan presepsi bersama bahwa sebagai mahasiswa pencinta alam sudah seyogianya ikut sumbangsih dalam pemikiran dan aksi untuk menjaga lingkungan ini, sebagaimana tertera dalam kode etik pencinta alam Indonesia

“Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber daya alam sesuai dengan kebutuhannya”. Pada point 2 kode etik pencinta alam indonesia yang disahkan pada forum gladian IV di ujung pandang 1974. (01)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN