Beranda Daerah Keluarga Korban Sebut Ada Foto Bercak Darah Pada Tubuh Dosen Untag

Keluarga Korban Sebut Ada Foto Bercak Darah Pada Tubuh Dosen Untag

Vian mewakili pihak keluarga besar menyampaikan, bahwa korban merupakan yatim piatu yang berasal dari Purwokerto meskipun disebutkan memiliki identitas warga Semarang.

Kakak kandung Dosen Untag yang ditemukan meninggal dunia, Perdana Cahya Devian Melasco
Kakak kandung Dosen Untag yang ditemukan meninggal dunia, Perdana Cahya Devian Melasco bersama Kuasa Hukum keluarga, Zainal Abidin Petir. (Foto: dok)

SEMARANG, Jatengnews.id – Keluarga korban dosen Untag yang ditemukan meninggal dunia, menyebutkan bahwa sempat mendapatkan kiriman foto kondisi korban yang terdapat bercak darah dibagian paha dan perut. Disebutkan foto dikirim oleh AKBP Basuki kepada keluarga yang di Purwokerto.

Sebelumnya telah diketahui, bahwa korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi telanjang dilantai di kamar kosnya, Hotel Mimpi Inn Gajahmungkur, Senin (17/11/2025).

Baca juga : Dosen UNTAG Semarang Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Pihak Kampus Sampaikan Belasungkawa

Kakak kandung korban, Perdana Cahya Devian Melasco atau Vian, mengaku mendapatkan kabar adiknya meninggal dari pihak kampus pada Senin sekitar pukul 18.00 WIB.

Vian mewakili pihak keluarga besar menyampaikan, bahwa korban merupakan yatim piatu yang berasal dari Purwokerto meskipun disebutkan memiliki identitas warga Semarang.

“Keluarga besar menginginkan semua peristiwa bisa terungkap secara transparan dan jelas biar keadilan bisa ditegakkan,” paparnya.

Sebelum korban meninggal dunia, ia mengaku sempat berkomunikasi melalui media sosial (medsos) pada Jumat (14/11/2025).

“Enggak ada yang disampaikan, cuman di medsos saling intip story dan ngucapin sesuatu,” akunya.

Perihal pribadi korban, ia menyebutkan orangnya tertutup bahkan keluarga tidak mengetahui kalau sempat sakit.

“Korban ini itu tertutup dan pendiam, tertutup juga. Saya tidak tahu (kedekatan dengan AKBP B?),” ujarnya.

Perihal proses hukumnya, pihaknya memasrahkan kepada Zainal Abidin Petir. Selaku kuasa hukum, Petir menyebutkan, bahwa keluarga mendapatkan foto korban saat meninggal dan terlihat ada bercak darahnya.

“Foto itu dikirimkan oleh nomor yang belakangan diketahui adalah AKBP B (Basuki) mengirim kepada keluarga di Purwokerto,” akunya.

Ia juga membenarkan adanya bercak darah dibagian paha dan perut.

“Budenya sempat cerita ke saya, namun belum sempat disimpan fotonya namun dihapus kembali oleh pengirimnya,” jelasnya.

Ia menyebutkan, bahwa banyak alat bukti yang sudah dibawa oleh polisi seperti laptop dan handphone.

“Laptop dan HP-nya itu tadinya mau diminta oleh AKBP B, anehnya itu dia dengan Inafis selalu memanggil ndan,” ujarnya.

Dari pemanggilan yang dilakukan tersebut, Petir menilai bahwa AKBP Basuki sempat grogi dan patut dicurigai.

“Dia kan AKBP pangkatnya tinggi, sementara Inafis Polrestabes itukan nggak tinggi, masak manggilnya ndan,” ujarnya.

Atas kejadian ini pihaknya mendesak Kapolda Jateng dan Kapolri mengawal kasus ini dan diungkap secara transparan.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto menyatakan, penyidik bakal mengkonfirmasi adanya fakta-fakta baru seperti bercak darah dan upaya pengambilan handphone dan laptop.

Baca juga : Kasus Meninggalnya Dosen Untag, AKBP Basuki Diduga Jalin Hubungan Asmara Sejak 2020

“Semua informasi kita terima dan itu menjadi bahan pertanyaan kita terhadap dokter forensik,” katanya. (03)

Exit mobile version