Beranda Daerah Karanganyar Jadikan Kampung Badranasri Percontohan Pengelolaan Sampah Terpilah

Karanganyar Jadikan Kampung Badranasri Percontohan Pengelolaan Sampah Terpilah

pemilihan Badranasri sebagai lokasi percontohan karena masyarakatnya dianggap siap menjalankan pemilahan sampah dari rumah tangga.

Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Wakil Bupati Adhe Eliana mengambil sampah terpilah dari rumah warga.(Foto:ist)

KARANGANYAR, Jatengnews.id  – Kampung Badranasri, Kelurahan Cangakan, Kabupaten Karanganyar, resmi dijadikan percontohan pengelolaan sampah terpilah.

Peluncuran dilakukan oleh Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Wakil Bupati Adhe Eliana di kediaman tokoh masyarakat Fatkhul Munir, Jumat (5/11/2025).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar, Sunarno, menjelaskan pemilihan Badranasri sebagai lokasi percontohan karena masyarakatnya dianggap siap menjalankan pemilahan sampah dari rumah tangga.

Baca juga: Grebeg Pasar, Pemkab Karanganyar Sosialisasikan Cukai Tembakau

“Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Bank Sampah Sumber Rejeki ini, warga memilah sampah menjadi organik, anorganik, dan residu. Bank Sampah hanya menampung sampah anorganik, sedangkan DLH mengangkut sampah residu. Dengan begitu, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukosari akan berkurang,” jelas Sunarno.

Ia menegaskan, Pemkab Karanganyar tetap berkomitmen menuntaskan persoalan sampah.

“Program ini akan terus berlanjut dan tidak berhenti di Badranasri. Lokasi berikutnya adalah Tegalasri, direncanakan pada Februari atau Maret 2026,” tambahnya.

Bupati Rober Christanto menyatakan, pengelolaan sampah tidak boleh hanya bergantung pada pemerintah.

“Saya bangga Badranasri menjadi pelopor sampah terpilah. Ini bukti kesadaran lingkungan warga sudah tinggi. Saya ingin warga memiliki kesadaran bahwa sampah harus selesai di rumah masing-masing,” katanya.

Baca juga: Antisipasi Kemungkinan Gangguan, Pemkab Karanganyar Perketat Pengamanan

Rober juga mendorong Dinas Pertanian untuk menggerakkan Kelompok Wanita Tani (KWT) memanfaatkan lahan kosong sebagai media tanam sayur dan tanaman produktif, sehingga memberikan nilai ekonomi bagi warga.

“Kita terus bergerak menuju Kabupaten Mandiri Sampah. Sampah harus diselesaikan di lingkungan masing-masing,” pungkas Bupati.(02)

Exit mobile version