
PEMALANG, Jatengnews.id – Upaya peningkatan akses air bersih bagi masyarakat pesisir Kabupaten Pemalang kini mendapat dukungan nyata melalui pemanfaatan teknologi desalinasi air hasil kolaborasi Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Kerja sama tersebut ditandai dengan peresmian rumah desalinasi air yang berlokasi di Desa Blendung dan Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami.
Fasilitas ini dirancang untuk mengolah air payau menjadi air minum layak konsumsi. Dengan kapasitas produksi sekitar 200 galon per hari, mesin desalinasi yang dipasang sudah dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat sekitar. Kehadiran rumah desalinasi ini diharapkan mampu menjawab persoalan keterbatasan air bersih yang kerap dialami warga pesisir, terutama saat musim kemarau.
Baca juga : Kolaborasi Bank Tanah dan Undip Perkuat Inovasi Bidang Pertanahan
Peresmian fasilitas tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan kemitraan antara UNDIP dan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Rektor UNDIP dan Bupati Pemalang yang mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.
Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, inovasi dan riset yang dikembangkan di kampus harus mampu memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap solusi yang dihadirkan benar-benar membantu masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah pesisir,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa (30/12/2025).
Apresiasi juga disampaikan Bupati Pemalang Anom Widyantoro, S.E., M.M., atas kontribusi UNDIP dalam menghadirkan teknologi desalinasi tersebut. Ia menilai fasilitas ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga pesisir.
“Air hasil desalinasi telah kami uji dan kualitasnya sangat baik serta layak dikonsumsi. Ke depan, teknologi ini berpotensi untuk dikembangkan di desa-desa lain yang memiliki permasalahan serupa,” katanya.
Baca juga : 4 Dosen UNDIP Raih Top Kolaborator BRIN 2024
Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, UNDIP dan Pemerintah Kabupaten Pemalang optimistis dapat menghadirkan berbagai program inovatif lainnya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah. (03)