Beranda Daerah Tanggul Kolam Retensi Pelabuhan Tanjung Mas Jebol, BPBD Evakuasi Pegawai Lamicitra

Tanggul Kolam Retensi Pelabuhan Tanjung Mas Jebol, BPBD Evakuasi Pegawai Lamicitra

Akibat kejadian tersebut, sejumlah titik di kawasan Lamicitra terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40–60 sentimeter.

Banjir Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
Proses evakuasi karyawan Lamicitra di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas yang terendam banjir, Jumat (9/1/2026). (Foto: dok/BPBD)

SEMARANG, Jatengnews.id – Tanggul kolam retensi di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas, Kota Semarang, jebol pada Jumat (9/1/2026) dini hari. Akibat kejadian tersebut, sejumlah titik di kawasan Lamicitra terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40–60 sentimeter.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Semarang, tanggul jebol terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dengan panjang kerusakan mencapai ±30 meter.

Baca juga: Sudah 3 Hari Banjir Akibat Tanggul Jebol di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Hendro P Martanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, jebolnya tanggul kolam retensi mengakibatkan genangan air di kawasan sekitar Pelabuhan Tanjung Mas, khususnya area Lamicitra.

“Air sempat menggenangi area Lamicitra dengan ketinggian sekitar 40 sampai 60 sentimeter. Tim kami langsung melakukan pemantauan dan evakuasi pegawai yang terdampak,” kata Hendro, Jumat (9/1/2026).

Menurut Hendro, BPBD Kota Semarang telah mengerahkan personel untuk melakukan monitoring wilayah terdampak serta membantu proses evakuasi di lokasi kejadian.

Hingga laporan terakhir pukul 10.00 WIB, kondisi genangan masih terpantau di beberapa titik. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca juga: Akibat Jebolnya Pagar di Pelabuhan Semarang, Banjir Berdampak ke Warga

BPBD Kota Semarang mengimbau seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir susulan.

Untuk keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Kota Semarang (024) 6730212 atau WhatsApp 08122010051. (01).

Exit mobile version