
BOYOLALI, Jatengnews.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperkuat ekonomi desa dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya Koperasi Merah Putih, kepala-kepala desa fokusnya ke koperasi. Saya berharap lomba BUMDes ini bisa menumbuhkan kolaborasi antara BUMDes dan koperasi,” kata Wagub saat peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Desa Butuh, Mojosongo, Boyolali, Rabu (14/1/2026).
Baca juga: Menakar 100 Hari Kerja Luthfi-Yasin di Jateng
Menurut Taj Yasin, sinergi BUMDes dan KDKMP dapat mempercepat penguatan ekonomi desa sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Dari 7.810 desa di Jawa Tengah, sebanyak 7.595 desa (97,25%) telah membentuk BUMDes, dengan 6.695 BUMDes (85,72%) melakukan input pemeringkatan.
“BUMDes yang sudah berbadan hukum per September 2024 baru 2.985 unit (38,22%). Sehingga memang perlu kita dorong terus,” imbuhnya.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menekankan penguatan ekonomi desa harus dilakukan dengan langkah konkret, salah satunya mendukung pelaku usaha di level desa agar naik kelas.
“Ini cara membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan, sekaligus pemberantasan kemiskinan,” ujarnya.
Sementara itu, Dirjen Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes, Tabrani, menambahkan, lebih dari 90 UMKM ikut serta dalam pameran produk unggulan desa sebagai bagian dari peringatan Hari Desa Nasional 2026.
Baca juga: Wagub Taj Yasin Ajak Santri Dukung Swasembada Pangan
“Pameran ini jadi wadah promosi, apresiasi, dan penguatan ekosistem ekonomi desa berkelanjutan,” jelas Tabrani.
Wagub menilai peringatan Hari Desa Nasional di Boyolali juga berdampak positif pada ekonomi lokal. “Luar biasa acaranya, pergerakan masyarakat ini akan mengungkit sektor jasa dan usaha di Boyolali dan sekitarnya,” pungkasnya.(02)