
SEMARANG, Jatengnews.id – Tiga mahasiswa Teknik Informatika (TI) Soegijapranata Catholic University (SCU) sukses menjawab keresahan warga Kelurahan Pongangan, Gunungpati. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mereka mengembangkan platform digital untuk mengelola administrasi keuangan Paguyuban Air Sumur Artesis Tirta Darussalam.
Ketiga inovator tersebut adalah Nathanael Chrystian Prasetyo, Maximillian Maleakhi Budiono, dan Rachel Aurellia Candraningtyas. Mereka merancang sistem ini untuk menggantikan pencatatan manual yang selama ini menyulitkan pengurus paguyuban.
Kelola Ratusan Data dengan Satu Klik
Nathanael menjelaskan bahwa aplikasi berbasis website ini mendigitalisasi seluruh proses administrasi. Mulai dari pendataan pengguna, pencatatan debit air, hingga status tagihan kini terintegrasi dalam satu sistem. Hebatnya, platform ini mampu mengelola data dalam jumlah besar dengan fitur ekspor otomatis.
“Aplikasi ini mengubah sistem manual menjadi digital. Pengurus bisa melihat total pembayaran, sementara anggota bisa memantau tagihan mendatang. Walau datanya banyak, sistem bisa mengekspornya sekaligus menjadi nota online,” terang Nathanael.
Meski menawarkan kemudahan, Maximillian mengakui bahwa mengubah kebiasaan warga dari manual ke digital menjadi tantangan terbesar. Tim harus melakukan penyesuaian lapangan, seperti pengadaan ID pengguna dan penyelarasan alur pembacaan meteran air agar sistem tetap mudah warga gunakan.
Solusi Nyata untuk 200 Lebih Pengguna
Ketua Paguyuban, Jumari, menyambut baik inovasi ini. Selama ini, pengurus merasa kewalahan mengelola data lebih dari 200 anggota hanya dengan tulis tangan. Kesalahan pengecekan tagihan dan kontrol pemakaian air pun kerap terjadi.
“Dulu semua masih manual. Kami meminta bantuan mahasiswa SCU agar prosesnya lebih mudah secara online,” ujar Jumari. Ia berharap aplikasi ini memungkinkan anggota mengecek tagihan secara mandiri hanya melalui telepon genggam masing-masing.
Lahir dari Program KKN SCU
Platform canggih ini lahir dari kerja keras selama satu minggu dalam masa KKN yang dikelola LPPM SCU di Kelurahan Pongangan (29 Januari – 18 Februari 2026). Tim resmi meluncurkan aplikasi ini saat Upacara Penarikan KKN di Kantor Kelurahan Pongangan, Rabu (18/2/2026).
Dalam peluncuran tersebut, Nathanael dan tim memberikan sosialisasi intensif kepada pengurus paguyuban. Mereka memaparkan alur penggunaan aplikasi hingga mekanisme pencatatan administrasi agar transisi teknologi berjalan mulus. Ke depan, tim berencana mengembangkan integrasi pembayaran non-tunai untuk semakin memodernisasi layanan warga. (01).