
SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa KKN UPGRIS Desa Kalikayen Kelompok 14 mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana warga. Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mereka menggelar sosialisasi mitigasi bencana banjir dan tanah longsor di GOR Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah edukasi penting bagi perangkat desa, ketua RT/RW, kader PKK, Karang Taruna, hingga perwakilan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan.
Membangun Kesadaran Kolektif
Feri Ardhiansyah, perwakilan penyelenggara, menegaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai mitigasi adalah kunci utama. Masyarakat perlu mengetahui titik rawan bencana serta langkah pencegahan dan penanganan awal saat banjir atau longsor melanda.
Lurah Kalikayen, Sugiono, mengakui bahwa wilayahnya memiliki kerentanan terhadap banjir akibat curah hujan tinggi dan sistem drainase yang belum optimal.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya tahu risiko, tapi paham langkah konkret sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Kesiapsiagaan adalah kunci meminimalkan korban dan kerugian,” ujar Sugiono.
Strategi Hadapi Banjir dan Longsor
Narasumber utama dari BPBD, Ferdiansyah, S.P. dan Ari, S.H. (Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan), memaparkan bahwa bencana sering kali dipicu oleh kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia.
Beberapa langkah praktis yang mereka tekankan antara lain:
Cegah Banjir: Menjaga kebersihan saluran air, berhenti membuang sampah sembarangan, dan melakukan normalisasi drainase secara berkala.
Cegah Longsor: Menanam pohon di lahan miring, menghindari pembangunan di tebing curam, dan segera melaporkan jika muncul retakan tanah.
Pembentukan Kelompok Siaga Bencana
Sesi diskusi berlangsung hangat saat warga menyampaikan kekhawatiran terkait intensitas hujan yang kian ekstrem. Menanggapi hal tersebut, pihak BPBD mendorong pembentukan Kelompok Siaga Bencana di tingkat RT dan RW. Keberadaan kelompok ini bertujuan agar koordinasi saat kondisi darurat berjalan lebih cepat dan efektif.
Pemerintah Desa Kalikayen berharap edukasi berkelanjutan ini mampu membangun budaya sadar bencana. Dengan kolaborasi antara pemerintah, BPBD, mahasiswa, dan masyarakat, Desa Kalikayen optimis dapat bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih aman dan tangguh dalam menghadapi ancaman alam. (01).