
SALATIGA, Jatengnews.id – Menutup momentum hangat Lebaran Idul Fitri 1447 H, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga, KH Noor Rofiq, melakukan kunjungan spesial ke kantor PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Salatiga, Selasa (31/03/2026).
Kunjungan silaturahmi ini mengusung misi penting: memperkuat sinergi antara tokoh lintas agama dan PLN demi menjaga keharmonisan serta kualitas pelayanan publik di Kota Toleransi.
Jajaran manajemen PLN UP3 Salatiga menyambut langsung kehadiran KH Noor Rofiq dengan penuh kehangatan. Dalam arahannya, tokoh agama tersebut mengajak seluruh pegawai PLN untuk senantiasa mengedepankan nilai-nilai toleransi, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan tugas profesional.
“Silaturahmi adalah kunci panjang dan berkahnya umur. Saya mengajak rekan-rekan untuk menjaga hati agar tetap bersih tanpa rasa iri dan dengki terhadap sesama,” ujar KH Noor Rofiq.
Ia juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas rezeki melalui kebiasaan bersedekah secara rutin. “Jangan lupa untuk terus bahagia dalam bekerja,” tambahnya.
PLN Salatiga Siap Kawal Kegiatan Keagamaan
Merespons kunjungan tersebut, Manager PLN UP3 Salatiga, Vicky Reandry Faradian, menegaskan komitmen perusahaan yang tidak hanya sekadar menyediakan aliran listrik, tetapi juga hadir secara sosial di tengah masyarakat.
Vicky menyatakan bahwa PLN siap berkolaborasi erat dengan FKUB untuk mendukung berbagai agenda kemasyarakatan. Menurutnya, keandalan listrik menjadi fondasi penting dalam menunjang aktivitas keagamaan dan sosial di Salatiga.
“Kami siap bersinergi dengan FKUB dalam menjaga harmoni. Listrik yang andal merupakan faktor kunci untuk memastikan kegiatan ibadah dan sosial masyarakat berjalan tanpa kendala,” tegas Vicky.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara penyedia layanan publik dan lembaga keagamaan dalam merawat kerukunan. Hubungan baik antara PLN UP3 Salatiga dan FKUB diharapkan terus tumbuh, menciptakan ekosistem kerja yang sehat sekaligus pelayanan masyarakat yang lebih humanis. (01).