Beranda Daerah Program MBG di Jateng Jangkau Ratusan Ribu Kelompok Rentan

Program MBG di Jateng Jangkau Ratusan Ribu Kelompok Rentan

Sekretaris Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, mengungkapkan bahwa pelaksanaan program untuk kelompok non-pelajar telah berjalan sejak Desember 2025 dan mencakup seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

AR Hanung Triyono
Sekretaris Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah, AR Hanung Triyono. (Foto:ist)

SEMARANG, Jatengnews.id  – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah mulai menjangkau kelompok rentan sejak akhir 2025. Hingga kini, ratusan ribu ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga lansia telah menerima manfaat program tersebut dengan distribusi lima kali dalam sepekan.

Sekretaris Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, mengungkapkan bahwa pelaksanaan program untuk kelompok non-pelajar telah berjalan sejak Desember 2025 dan mencakup seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Sudah jalan sekitaran akhir Desember 2025. Ibu hamil 93.045, ibu menyusui 204.305, balita lumayan banyak, 559.749 anak,” ujarnya usai rapat di Semarang, Senin (13/4/2026).

Selain itu, program MBG juga menyasar sekitar 93 ribu lansia. Hanung menyebutkan, menu yang diberikan untuk kelompok ini berbeda dengan paket bagi pelajar, meski frekuensi distribusinya sama.

“Teknis [menu] tidak hapal, tapi isinya beda dan menerimanya seminggu lima kali,” katanya.

Ia menegaskan, program MBG memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Jumlah penerima manfaat pun diperkirakan akan terus bertambah seiring proses pendataan yang masih berjalan.

“Tujuannya ya untuk kesehatan, memenuhi protein dan gizi. [Target penerima?] Sedang pemetaan terus sambil jalan,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah.

“Program MBG bukan hanya sekadar pemberian makan bergizi. Ini investasi strategis membangun sumber daya manusia,” kata Luthfi.

Dari sisi dukungan, Jawa Tengah saat ini memiliki ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah dengan melibatkan TNI, Polri, pondok pesantren, serta mitra lainnya. Seluruh daerah juga telah membentuk satuan tugas untuk mengawal pelaksanaan program.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Tengah menargetkan produksi padi tahun 2026 mencapai 10,55 juta ton gabah kering giling. Pemerintah daerah optimistis capaian tersebut mampu mendukung keberlanjutan program MBG secara nasional.

“Kami siap menopang swasembada pangan nasional sekaligus memastikan keberlanjutan,” tandasnya.(02)

Exit mobile version