Menuju Predikat Pelabuhan Sehat 2026, PLN UIK Tanjung Jati B Perkuat Komitmen HSSE

Melalui self assessment ini, diharapkan seluruh aspek pengelolaan pelabuhan di PLTU Tanjung Jati B mampu memenuhi standar Pelabuhan Sehat yang ditetapkan pemerintah.

JEPARA, Jatengnews.id – PLN UIK Tanjung Jati B terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan standar kesehatan dan keselamatan operasional melalui kegiatan Self Assessment Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kartini, PLN UIK Tanjung Jati B, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, pada Kamis (8/4/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis di sektor kepelabuhanan dan kesehatan, di antaranya Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Jepara, serta mitra operator pelabuhan yang beroperasi di lingkungan PLTU Tanjung Jati B.

Self assessment ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas pengelolaan pelabuhan khusus yang memiliki peran vital sebagai jalur utama logistik, terutama dalam mendukung operasional pembangkit listrik berbasis batubara.

Perwakilan KUPP Kelas II Jepara, Ana Supriati, menekankan pentingnya pemenuhan standar kesehatan lingkungan pelabuhan oleh seluruh pengelola. Menurutnya, forum Pelabuhan Sehat menjadi sarana untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi berbagai indikator, mulai dari sanitasi, keselamatan kerja, hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat kesehatan.

Suasana Self Assessment Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat. (Foto : Dok PLN)
Suasana Self Assessment Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat. (Foto : Dok PLN)

Senada dengan itu, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Semarang, Sulistiyono, menyampaikan bahwa program Pelabuhan Sehat merupakan agenda nasional yang rutin dilaksanakan guna meningkatkan kualitas kesehatan di fasilitas publik strategis.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pelabuhan Tanjung Jati B menjadi salah satu kandidat yang diusulkan untuk mengikuti penilaian nasional Pelabuhan Sehat tahun 2026, dengan target pencapaian minimal 80 persen dari indikator yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Senior Manager Produksi PLN UIK Tanjung Jati B, Kurniawan, menyatakan bahwa pihaknya menyambut positif kegiatan ini sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa evaluasi dan supervisi menjadi langkah penting untuk memastikan tidak hanya keandalan aset pembangkit, tetapi juga kesehatan dan keselamatan seluruh tenaga kerja serta lingkungan operasional.

PLN UIK Tanjung Jati B pun berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pengelolaan pelabuhan melalui kolaborasi aktif dengan seluruh stakeholder, baik dari sisi operasional, keselamatan, maupun kesehatan lingkungan.

Melalui self assessment ini, diharapkan seluruh aspek pengelolaan pelabuhan di PLTU Tanjung Jati B mampu memenuhi standar Pelabuhan Sehat yang ditetapkan pemerintah.

Langkah ini sekaligus memperkuat implementasi HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) serta meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan secara berkelanjutan guna mendukung keandalan operasional pembangkit listrik nasional. (ADV)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN