SURAKARTA, Jatengnews.id – Atmosfer penuh semangat kolaborasi dan optimisme ekonomi daerah terasa kental dalam gelaran Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode II Tahun XXXVI-2026 yang berlangsung meriah di Hotel Alila Surakarta, Jumat (17/4/2026).
Mengangkat tema “Sinergi Nusantara, Mengundi Harapan, Meraju Harmoni”, acara tahunan yang melibatkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia ini tidak sekadar menjadi ajang pengundian hadiah, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan antar daerah.
Sebagai tuan rumah, Bank Jateng menghadirkan nuansa khas budaya Jawa Tengah dalam setiap elemen acara. Ornamen bunga melati yang melambangkan kesucian, bunga matahari sebagai simbol optimisme, hingga ikon daerah seperti Candi Borobudur, kawasan Manahan, dan becak khas Solo, memperkuat pesan harmoni dalam keberagaman.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara ini, di antaranya Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Setda Provinsi Jawa Tengah Eny Lestari, Sekretaris Jenderal Asbanda Rokidi, Asisten Perekonomian Setda Kota Surakarta Tulus Widayat, pimpinan BPD seluruh Indonesia, serta perwakilan Dinas Sosial, notaris, dan kepolisian sebagai saksi untuk menjamin transparansi proses undian.
Dalam pengundian tersebut, hadiah utama senilai Rp 500 juta berhasil dimenangkan oleh nasabah Bank Sumsel Babel. Sementara empat hadiah kedua masing-masing sebesar Rp 100 juta diraih oleh nasabah Bank Jatim, Bank Sumsel Babel, Bank Jatim, dan Bank Jateng. Total hadiah yang dibagikan dalam periode ini mencapai Rp 3 miliar.
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menyampaikan bahwa program Simpeda yang telah berjalan lebih dari 30 tahun terbukti menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).
Hingga akhir Desember 2025, jumlah penabung Simpeda secara nasional tercatat lebih dari 8,9 juta nasabah, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami melihat kepercayaan masyarakat terhadap Simpeda terus meningkat. Khusus Bank Jateng, pertumbuhan tabungan mencapai Rp 2,2 triliun atau naik 12 persen secara tahunan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa undian Simpeda bukan sekadar seremoni, tetapi memiliki dampak nyata dalam meningkatkan loyalitas nasabah, menarik minat masyarakat untuk menabung, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Strategi penguatan Simpeda difokuskan pada peningkatan loyalitas nasabah dan perluasan akuisisi nasabah baru. Dengan setoran awal hanya Rp 50.000 dan setoran berikutnya minimal Rp 10.000, serta undian yang digelar dua kali setahun, produk ini dinilai tetap kompetitif dan menarik.
Selain pengundian, acara juga diramaikan dengan seminar bertema penguatan peran BPD sebagai mitra strategis pemerintah daerah melalui inovasi pembiayaan dan pinjaman daerah, menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, serta praktisi perbankan.
Puncak acara semakin semarak dengan penampilan musisi ternama yang menghibur para tamu undangan dari seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Bank Jateng berharap Undian Nasional Simpeda tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para pemenang, tetapi juga semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap BPD sebagai pilar penting pembangunan daerah.
Sinergi yang terjalin diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (03)



