JEPARA, Jatengnews.id – Dalam semangat peringatan Hari Kartini, PLN UIK Tanjung Jati B terus mempercepat inovasi dan transformasi digital di sektor pembangkitan listrik melalui penerapan Life Cycle Cost Analysis (LCCA).
Inisiatif ini menjadi bagian dari agenda Go Live Digital Twin Quick Win 4 yang diselenggarakan di Ruang Kartini, Gedung Utama PLN UIK Tanjung Jati B, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini menandai langkah konkret menuju pengembangan Digital Power Plant berbasis Digital Twin, sekaligus merefleksikan nilai-nilai kemajuan yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini—khususnya dalam mendorong pemikiran visioner dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Acara berlangsung secara hybrid dan dihadiri oleh Executive Vice President Perencanaan Strategis Pembangkitan PLN Kantor Pusat Parulian Noviandri, Direksi PLN Icon Plus Fintje Lumembang, jajaran manajemen serta pegawai PLN UIK Tanjung Jati B, dan manajemen operator aset PLTU Tanjung Jati B.

Implementasi LCCA menjadi tonggak penting dalam penguatan pengelolaan aset berbasis data. Sistem ini memungkinkan analisis menyeluruh terhadap biaya siklus hidup peralatan dan sistem pembangkit, mulai dari tahap perencanaan hingga operasi dan pemeliharaan.
Dengan pendekatan ini, PLN dapat melakukan perbandingan antara rencana dan realisasi biaya secara lebih komprehensif, baik di tingkat peralatan maupun keseluruhan pembangkit. Hasil analisis tersebut membantu mendeteksi potensi deviasi biaya, peningkatan risiko kegagalan, serta indikasi penurunan efisiensi operasional sejak dini.
Data dari LCCA selanjutnya dimanfaatkan sebagai dasar dalam menyusun strategi pemeliharaan yang lebih efektif dan pengambilan keputusan aset yang lebih akurat. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional sekaligus menjaga keandalan pembangkit secara berkelanjutan.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menegaskan bahwa penerapan LCCA merupakan bagian penting dalam membangun budaya kerja berbasis data.
“Melalui LCCA, kami tidak hanya memahami kondisi teknis peralatan, tetapi juga dapat melakukan simulasi hingga aspek finansial dan perencanaan anggaran pemeliharaan dengan lebih presisi,” ujarnya.
Pengembangan LCCA juga menjadi bagian dari inisiatif Asset Performance Management (APM) 4.0 yang mendukung transformasi PLN 2.0 melalui program Moonshot Smart Power Plant. Penetapan PLTU Tanjung Jati B sebagai pilot project sejak Desember 2023 semakin mempertegas peran strategis unit ini dalam mendorong digitalisasi pembangkitan di tingkat nasional.
Dengan implementasi LCCA, PLN UIK Tanjung Jati B optimistis mampu meningkatkan efisiensi biaya siklus hidup aset, menekan risiko kegagalan, serta memastikan operasional pembangkit yang lebih andal dan optimal demi memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Momentum Hari Kartini pun menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh keberanian untuk terus berinovasi dan berpikir berkelanjutan dalam menghadapi tantangan masa depan. (ADV)