KPID Jateng dan UIN Walisongo Dorong Mahasiswa Lebih Bijak di Era Digital

Aulia juga mengkritik kecenderungan media yang mengeksploitasi emosi, khususnya kesedihan, demi meraih popularitas.

SEMARANG, Jatengnews.id – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah (KPID Jateng) berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang.

Adapun kolaborasi ini yakni edukasi literasi media sekaligus penguatan kesehatan mental bagi mahasiswa di ruang digital. Kegiatan ini dikemas dalam seminar KPID Goes To Campus yang berlangsung di lingkungan kampus UIN Walisongo, Kamis (23/4/2026).

Ketua KPID Jawa Tengah, Muhammad Aulia, menyoroti kondisi masyarakat yang kini berada dalam ekosistem digital yang padat informasi namun kerap didominasi konten minim kualitas. Ia menyebut, tingginya intensitas penggunaan gawai sejak bangun tidur membuat publik rentan terhadap paparan konten yang tidak sehat secara psikologis.

Dalam seminar bertema “Bijak Bermedia Sosial: Bangun Generasi Sehat Mental dan Digital”, Aulia juga mengkritik kecenderungan media yang mengeksploitasi emosi, khususnya kesedihan, demi meraih popularitas. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kesadaran untuk mengambil jeda dari arus digital agar tetap mampu menjaga identitas diri.

Ketua Jurusan KPI FDK UIN Walisongo, Silvia Riskha Fabriar, menegaskan bahwa literasi digital merupakan kompetensi wajib bagi mahasiswa komunikasi. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga kreator konten yang memahami etika serta regulasi penyiaran.

Hal senada disampaikan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FDK UIN Walisongo, Siti Prihatiningtyas, yang mengingatkan pentingnya prinsip “saring sebelum sharing”. Ia menilai fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dapat memicu tekanan mental jika tidak disikapi dengan bijak.

Sementara itu, Ketua HMJ KPI UIN Walisongo, Dawausyauqi Nazalal Furqon, menjelaskan bahwa tema seminar dipilih karena media sosial kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa—yang tidak hanya menjadi sarana belajar dan berekspresi, tetapi juga berpotensi menimbulkan tekanan mental seperti overthinking.

Kegiatan yang digelar di Ruang Teater ISDB Sosial Humaniora ini juga menghadirkan narasumber dari KPID Jawa Tengah, yakni Noer Huda dan Anas Syahirul Alim. Keduanya memaparkan pentingnya pengawasan serta regulasi isi siaran dalam menjaga kualitas konten media di tengah derasnya arus informasi digital.(03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN