SEMARANG, Jatengnews.id – Suasana berbeda terlihat di halaman SDN Gisikdrono 02 Kota Semarang, Selasa pagi, 28 April 2026. Ratusan kain tradisional berwarna-warni memenuhi lapangan sekolah saat seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan (tendik) berkumpul untuk memperingati Hari Kartini 2026 bertema “Lestarikan Budaya, Hebatkan Karya: Semangat Kartini di Era Masa Kini.”
Meski peringatan nasional Hari Kartini jatuh pada 21 April, semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tetap terasa dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah hari ini.
Kegiatan diawali dengan Apel Hari Kartini yang berlangsung khidmat. Kepala SDN Gisikdrono 02, Haidar Rohbiatun, S.Pd., M.Pd., memimpin apel sekaligus menyampaikan pentingnya meneladani semangat literasi dan emansipasi yang diperjuangkan Kartini.
Usai apel, kemeriahan berlanjut melalui Pawai Baju Adat Nusantara. Sepanjang rute di sekitar sekolah, warga menyaksikan beragam pakaian daerah, mulai dari kebaya kutubaru, beskap Jawa, hingga busana adat khas Papua dan Sumatra.
Setelah pawai, sekolah berubah menjadi panggung kompetisi edukatif. Panitia menggelar berbagai lomba sesuai jenjang kelas untuk mengasah bakat non-akademik siswa, di antaranya:
Kelas 1 dan 2 mengikuti lomba mewarnai bertema pahlawan Kartini untuk melatih ketelatenan.
Kelas 3 mengikuti lomba baca puisi karya sastra Indonesia untuk menumbuhkan penghayatan dan keberanian tampil.
Kelas 4 dan 5 mengikuti lomba senam kreasi yang menampilkan kekompakan dan kebugaran.
Kelas 6, guru, dan tendik meramaikan puncak acara melalui lomba fashion show di atas catwalk dadakan. Para siswa kelas akhir tampil percaya diri bersama guru memperagakan busana adat dengan gaya memukau.
Bentuk Pendidikan Karakter
Peringatan Hari Kartini di SDN Gisikdrono 02 tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga bertujuan membentuk karakter siswa, antara lain:
Menanamkan nilai patriotisme dengan mengenalkan sosok Kartini sebagai inspirasi generasi muda agar terus bermimpi dan belajar tanpa batas.
Melestarikan budaya melalui pawai busana adat agar siswa mengenal dan mencintai kekayaan Nusantara sejak dini sebagai penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Mendorong ekspresi dan kepercayaan diri dengan memberi ruang kepada siswa untuk tampil di depan publik dan mengembangkan minat bakat.
Menanamkan jiwa sportivitas dengan mengajarkan siswa berjuang secara jujur, menghargai lawan, dan menerima hasil perlombaan dengan lapang dada.
Mempererat silaturahmi antara siswa, guru, dan tenaga kependidikan dalam lingkungan sekolah yang harmonis dan suportif.
“Kegiatan ini menjadi cara kami memastikan semangat Kartini tidak berhenti di buku sejarah, tetapi hidup dalam kreativitas dan rasa percaya diri anak-anak didik kami,” ujar salah satu panitia di sela acara.
Peringatan Hari Kartini 2026 di SDN Gisikdrono 02 membuktikan bahwa pendidikan karakter dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dalam suasana penuh keceriaan. (01).



