SEMARANG, Jatengnews.id — Film horor-action Badut Gendong produksi MAGMA Entertainment mulai mencuri perhatian publik usai menggelar penayangan eksklusif di enam kota besar di Indonesia, termasuk Semarang, Jawa Tengah.
Antusiasme penonton terlihat tinggi dalam program early screening yang digelar menjelang perilisan nasional pada 27 Mei 2026.
Film garapan sutradara Charles Gozali itu disebut menghadirkan warna berbeda di genre horor Indonesia. Tak hanya mengandalkan adegan mencekam, Badut Gendong juga menawarkan cerita emosional yang dinilai membekas setelah film selesai diputar.
Sejak awal penayangan, banyak penonton mengaku penasaran dengan sosok Badut Gendong yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan semesta horor yang lebih luas, termasuk karakter Ustaz Qodrat. Namun, perhatian utama justru tertuju pada karakter Darso dan Darsi yang menjadi pusat konflik cerita.
Berbeda dari karakter horor pada umumnya, Badut Gendong digambarkan tidak sekadar menjadi sosok antagonis. Karakter tersebut dibangun dengan latar emosi yang kuat, mulai dari kehilangan, amarah, hingga luka batin yang tidak terselesaikan.
“Awalnya saya kira ini cuma horor biasa, ternyata emosinya kuat banget. Bukan cuma takut, tapi juga sedih. Setelah keluar bioskop masih kepikiran terus,” ujar Nur usai menyaksikan penayangan di Semarang, Kamis (21/5/2026).
Hal serupa disampaikan penonton lain bernama Nasha. Menurutnya, film tersebut berhasil memadukan ketegangan dan drama emosional secara seimbang.
“Horornya dapat, tapi yang paling terasa justru sisi tragis dari karakternya. Badut Gendong bukan cuma sosok menyeramkan, tapi juga menyimpan cerita yang bikin penonton ikut iba,” katanya.
Selain kekuatan karakter, film ini juga mendapat respons positif karena mengangkat nuansa budaya lokal dan latar kehidupan desa yang terasa dekat dengan realitas sosial masyarakat. Teror yang muncul dalam cerita disebut tidak hadir begitu saja, melainkan dipicu konflik sosial dan trauma masa lalu yang menjadi benang merah cerita.
Perpaduan unsur horor, aksi, dan drama emosional membuat film ini dinilai memberikan pengalaman menonton yang berbeda. Sejumlah penonton bahkan menyebut Badut Gendong meninggalkan “aftertaste emosional” yang membuat cerita dan karakternya terus teringat setelah meninggalkan bioskop.
Penayangan eksklusif di enam kota menjadi langkah awal sebelum film tersebut tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 27 Mei 2026.
Melihat respons awal penonton, Badut Gendong diprediksi menjadi salah satu film horor lokal yang paling banyak diperbincangkan tahun ini.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara


