Wali Kota Semarang Agustina Luncurkan Waras Ekonomi sebagai Pusat Layanan Terpadu Pelaku Usaha

Melalui Program Waras Ekonomi, Pemerintah Kota Semarang optimistis dapat membangun ekosistem UMKM yang lebih solid, modern, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.

Salah satu langkah strategis yang kini dihadirkan adalah Program “Waras Ekonomi”, sebuah sistem pendampingan terpadu yang digagas Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, untuk menghubungkan seluruh kebutuhan UMKM dalam satu platform digital.

Program ini dirancang sebagai solusi atas berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pelaku usaha kecil, mulai dari keterbatasan akses pembinaan, pemasaran, hingga peluang kerja sama bisnis. Melalui Waras Ekonomi, seluruh proses pengembangan UMKM akan dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai peran dan fungsinya.

Agustina mengatakan, penguatan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sistem yang mampu menghubungkan data, pembinaan, promosi, hingga akses pasar dalam satu ekosistem yang mudah dijangkau pelaku usaha.

“Waras Ekonomi hadir sebagai upaya untuk memastikan setiap UMKM mendapatkan pendampingan yang tepat sesuai kebutuhan dan potensinya. Ini bukan hanya soal pendataan, tetapi bagaimana pemerintah benar-benar hadir membantu usaha warga berkembang,” ujar Agustina di Balai Kota Semarang, Senin (1/6/2026).

Melalui program tersebut, Diskominfo Kota Semarang bertugas melakukan sensus dan pendataan UMKM secara menyeluruh. Data yang terkumpul kemudian akan dikurasi dan diklasifikasikan oleh DEKRANASDA bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro agar potensi masing-masing usaha dapat dipetakan secara lebih akurat.

Setelah proses tersebut, UMKM akan diarahkan pada berbagai program pendampingan yang sesuai, mulai dari pelatihan peningkatan kapasitas usaha, penguatan kualitas produk, hingga fasilitasi sertifikasi dan legalitas usaha. Pemerintah juga membuka akses business matching dengan perusahaan maupun pelaku usaha yang lebih besar agar UMKM memiliki peluang memperluas jaringan dan pasar.

Tidak hanya itu, Dinas Perdagangan Kota Semarang juga akan menyediakan ruang promosi melalui showcase produk unggulan. Produk-produk UMKM yang telah melalui proses kurasi nantinya akan ditampilkan dalam katalog digital yang dapat diakses masyarakat secara luas.

Salah satu keunggulan Waras Ekonomi adalah hadirnya platform digital yang menjadi pusat layanan dan informasi UMKM. Melalui portal tersebut, pelaku usaha dapat mengakses berbagai layanan pemerintah, memantau program pendampingan, hingga mempromosikan produknya secara lebih efektif.

Platform ini juga akan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan UMKM, OPD, komunitas usaha, hingga mitra swasta dalam satu sistem yang terintegrasi dan transparan.

Menurut Agustina, pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan mampu menghasilkan dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha masyarakat.

“Selama ini banyak pelaku UMKM yang berjalan sendiri. Melalui Waras Ekonomi, kami ingin menghadirkan sistem yang memudahkan mereka mendapatkan akses pembinaan, promosi, hingga peluang pasar. Pemerintah harus menjadi penghubung yang mempercepat pertumbuhan usaha warga,” katanya.

Pemkot Semarang menempatkan UMKM sebagai salah satu sektor prioritas karena terbukti memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja dan menjaga perputaran ekonomi daerah. Dengan semakin kuatnya ekosistem usaha lokal, diharapkan kesejahteraan masyarakat juga meningkat.

“UMKM adalah kekuatan ekonomi rakyat. Karena itu, pemerintah harus memastikan mereka mendapatkan dukungan yang berkelanjutan. Kami ingin usaha warga semakin maju, memiliki daya saing, dan mampu berkembang hingga menembus pasar yang lebih luas,” tegas Agustina.

Melalui Program Waras Ekonomi, Pemerintah Kota Semarang optimistis dapat membangun ekosistem UMKM yang lebih solid, modern, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan ekonomi kerakyatan yang inklusif, di mana setiap pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang.

Penulis    : Alif Nazzala Rizqi

Editor      : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN