KARANGANYAR, Jatengnews.id – Bupati Karanganyar, Rober Christanto, mengukuhkan jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Karanganyar.
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pedagang pasar tradisional di tengah persaingan dengan pasar modern dan perdagangan berbasis digital.
Ketua Harian DPP APPSI, Don Muzakkir, mengatakan pengukuhan kepengurusan APPSI Karanganyar merupakan bagian dari proses reorganisasi organisasi yang telah berdiri selama 22 tahun.
“APPSI ini sudah berdiri 22 tahun. Dulu dipimpin tokoh-tokoh seperti Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Ferry Juliantono, dan Sudaryono. Sekarang kami melakukan reorganisasi karena sekitar empat bulan lagi akan melaksanakan musyawarah nasional,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Menurut Don, APPSI memiliki peran penting dalam memperjuangkan kepentingan pedagang pasar, terutama terkait akses permodalan dan pendampingan usaha. Ia menilai masih banyak pedagang yang mengalami kesulitan memperoleh akses kredit meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai program pembiayaan usaha rakyat.
“Kami berharap pengurus yang dilantik benar-benar bekerja di tengah masyarakat dan pedagang pasar. Program pemerintah harus bisa dirasakan langsung oleh pedagang, termasuk akses permodalan dan pendampingan usaha,” katanya.
Don menegaskan, keberadaan APPSI semakin penting karena pasar tradisional menghadapi tantangan besar dari toko modern, perdagangan daring, hingga pedagang keliling yang berkembang pascapandemi Covid-19.
Ia juga mengapresiasi rencana Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang akan mengembangkan pasar sebagai destinasi wisata guna meningkatkan jumlah pengunjung.
“Kami mendukung langkah pemerintah daerah. Pasar harus dibuat lebih hidup. APPSI juga akan bekerja sama dengan pemerintah maupun pihak swasta untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu menarik masyarakat datang ke pasar,” jelasnya.
Selain itu, APPSI mendorong pemerintah pusat untuk kembali memberikan perhatian terhadap kondisi pasar tradisional melalui program revitalisasi pasar yang sudah ada.
“Kami berharap pada 2027 nanti pemerintah lebih fokus pada revitalisasi pasar yang sudah ada. Jadi, pasar diperbaiki dan dimaksimalkan, bukan membangun pasar baru yang akhirnya terbengkalai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD APPSI Karanganyar, Ilhamsyah Hoesin, mengatakan kepengurusan baru akan fokus pada tiga program utama, yakni penguatan karakter pedagang, perbaikan manajemen pasar, dan digitalisasi.
Menurutnya, para pedagang perlu mempertahankan nilai-nilai pasar tradisional, tetapi juga harus memiliki pola pikir yang lebih modern agar mampu bersaing dengan perkembangan zaman.
“Kami tidak ingin menutup persaingan dengan pasar modern. Yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia pedagang agar mampu bersaing. Pasar tetap tradisional, tetapi pola pikir dan pengelolaannya harus modern,” kata Ilhamsyah.
Selain itu, pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Dinas Perdagangan, serta Dinas UMKM untuk meningkatkan tata kelola pasar. APPSI Karanganyar juga akan mendorong penggunaan teknologi dan sistem pembayaran digital melalui program pendampingan bagi para pedagang.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N
