KKN UIN Walisongo Soroti Tradisi Uler-Uler Desa Jungsemi, Wujud Syukur Petani Sambut Musim Tanam

Tradisi turun-temurun masyarakat Desa Jungsemi, Demak, menjadi sarana doa bersama untuk memohon kesuburan tanaman dan kelancaran panen.

DEMAK, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 86 Posko 23 UIN Walisongo Semarang mennyoroti tradisi Uler-Uler yang kembali digelar masyarakat Desa Jungsemi, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jumat Wage (22/5/2026).

Tradisi ini merupakan bentuk doa dan rasa syukur petani setelah masa tanam padi selesai dilakukan.

Tradisi Uler-Uler dilaksanakan dua kali dalam setahun mengikuti musim tanam masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memohon keselamatan, kesuburan tanaman, serta hasil panen yang melimpah.

Prosesi berlangsung di area sawah lurahan dengan melibatkan masyarakat setempat. Warga membawa berbagai hidangan seperti ayam ingkung, opor ayam, dan kue tradisional berbentuk ular sebagai bagian dari rangkaian tradisi.

Salah satu prosesi yang dilakukan adalah peletakan ceker dan sayap ayam dari pojok selatan hingga pojok utara sawah. Ritual tersebut menjadi simbol penjagaan dan harapan agar lahan pertanian terhindar dari gangguan.

Sebelum doa bersama selesai dipanjatkan, masyarakat yang hadir tidak diperbolehkan makan atau mengambil hidangan terlebih dahulu. Aturan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap jalannya tradisi.

Kusgiyanto, tokoh masyarakat Desa Jungsemi, mengatakan tradisi Uler-Uler tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga memperkuat kebersamaan warga.

“Melalui Uler-Uler, masyarakat dapat berkumpul dan berdoa bersama. Selain menjaga tradisi leluhur, kegiatan ini juga mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam kehidupan petani,” ujarnya.

Zuliati, salah satu warga Desa Jungsemi, menyebut tradisi Uler-Uler sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas dimulainya musim tanam.

“Tradisi ini sudah dilakukan sejak dahulu oleh para petani di Jungsemi. Kami berharap tanaman padi dijauhkan dari gangguan dan hasil panennya melimpah,” katanya.

Melalui kegiatan dokumentasi budaya ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap tradisi Uler-Uler dapat terus dikenal dan dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Desa Jungsemi yang sarat nilai religius, sosial, dan gotong royong.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN