DEMAK, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 86 Posko 20 UIN Walisongo Semarang memasang lima lubang resapan biopori di Desa Jungpasir, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jumat (22/5/2026).
Program ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah organik yang ramah lingkungan.
Pemasangan biopori dilakukan di lima titik yang tersebar di lima RW Desa Jungpasir. Kegiatan ini melibatkan warga dan perangkat desa sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga lingkungan.
Biopori merupakan teknologi sederhana berupa lubang resapan yang berfungsi meningkatkan daya serap air ke dalam tanah. Selain itu, biopori juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah organik.
Sampah organik seperti daun kering, sisa sayuran, dan limbah dapur dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk mengalami proses penguraian alami. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai kompos atau pupuk organik bagi tanaman.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Pengelolaan sampah organik melalui biopori juga membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan.
Selain mengolah sampah, biopori memiliki manfaat lain seperti mencegah genangan air dan meningkatkan kesuburan tanah. Karena itu, teknologi ini dinilai cocok diterapkan di lingkungan permukiman.
Mahasiswa KKN berharap lima titik biopori yang telah dipasang dapat menjadi lokasi percontohan bagi masyarakat. Warga diharapkan dapat mengembangkan program serupa secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN UIN Walisongo dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Melalui kolaborasi bersama masyarakat, Desa Jungpasir diharapkan dapat menjadi desa yang lebih bersih, sehat, dan peduli terhadap pengelolaan limbah organik.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti


