Twin Tower 1 Resmi Difungsikan, UNDIP Perkuat Ekosistem Pendidikan Vokasi Berstandar Global

Setelah seluruh pembangunan selesai, seluruh program studi Sekolah Vokasi UNDIP akan dipusatkan di kawasan Kampus Pleburan.

SEMARANG, Jatengnews.id – Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi mengoperasikan Gedung Twin Tower 1 di Kampus Pleburan, Semarang, sebagai langkah strategis memperkuat pendidikan vokasi yang modern, terintegrasi, dan selaras dengan kebutuhan dunia industri.

Peresmian gedung 14 lantai tersebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan Sekolah Vokasi UNDIP menuju World-Class Vocational School.

Peresmian dilakukan oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., pada Jumat (17/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan Twin Tower tahap kedua akan segera dilanjutkan dan ditargetkan rampung pada Agustus tahun depan.

Setelah seluruh pembangunan selesai, seluruh program studi Sekolah Vokasi UNDIP akan dipusatkan di kawasan Kampus Pleburan. Langkah ini diharapkan menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih terintegrasi sehingga mampu mendorong kolaborasi, inovasi, serta penguatan pendidikan berbasis praktik.

“Kehadiran Twin Tower ini kami harapkan semakin memperkuat ekosistem World-Class Vocational School di Universitas Diponegoro. Nantinya seluruh program studi Sekolah Vokasi berada dalam satu kawasan sehingga kolaborasi, inovasi, dan pembelajaran berbasis praktik dapat berkembang lebih optimal,” ujar Prof. Suharnomo.

Pada tahap awal, Gedung Twin Tower 1 akan digunakan oleh Departemen Informasi dan Budaya serta Departemen Bisnis dan Keuangan. Mahasiswa baru dari kedua departemen tersebut dijadwalkan mulai menempati gedung baru pada tahun akademik 2026/2027.

Bagi Sekolah Vokasi UNDIP, pemanfaatan Twin Tower 1 tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik baru, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi pembelajaran vokasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri dan teknologi.

Dekan Sekolah Vokasi UNDIP, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si. mengatakan peresmian gedung ini membawa tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.

Menurutnya, pengembangan akan difokuskan pada pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), penguatan teaching factory, kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, inovasi terapan, hingga mencetak lulusan yang memiliki daya saing global.

“Peresmian Twin Tower 1 bukan sekadar penambahan fasilitas pendidikan, tetapi menjadi amanah bagi Sekolah Vokasi UNDIP untuk terus memperkuat ekosistem World-Class Vocational School melalui pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi industri, dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Gedung Twin Tower 1 juga dirancang dengan konsep ruang belajar yang fleksibel. Setiap ruangan dapat difungsikan sebagai ruang kuliah, ruang diskusi, ruang rapat, ruang kolaborasi proyek, hingga teaching factory. Konsep tersebut mendukung implementasi pembelajaran berbasis proyek yang menjadi ciri khas pendidikan vokasi modern.

Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat dalam penyelesaian proyek nyata, kerja sama lintas disiplin, hingga interaksi langsung dengan dunia industri. Model pembelajaran tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi kebutuhan pasar kerja nasional maupun internasional.

Selain itu, berbagai laboratorium dan unit praktik juga akan dikembangkan di Twin Tower 1, mulai dari laboratorium media digital, public relations, media monitoring, desain komunikasi visual, laboratorium bisnis, kewirausahaan, hingga pusat pengembangan industri kreatif.

Ke depan, setelah Twin Tower tahap kedua selesai dibangun, seluruh aktivitas akademik Sekolah Vokasi UNDIP akan terpusat di Kampus Pleburan. Integrasi tersebut diyakini akan memperkuat kolaborasi antardisiplin, mempercepat inovasi pembelajaran, sekaligus memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan industri.

Melalui pengoperasian Twin Tower 1, UNDIP menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Gedung baru ini tidak hanya menjadi simbol modernisasi fasilitas kampus, tetapi juga representasi transformasi pendidikan vokasi yang berorientasi pada inovasi, kolaborasi, dan penciptaan lulusan profesional yang siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor     : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN