Demak, JatengNews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 50 memasang eco traffic brick di tiga titik yang dinilai membutuhkan perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan di Desa Sarimulyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jumat (28/08/2026).
Dua titik pemasangan berada di Dusun Tirip, sedangkan satu titik lainnya berada di Dusun Ngayon.
Pemasangan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya membantu meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan. Penanda visual dipasang pada lokasi yang berdasarkan pengamatan mahasiswa bersama pemerintah desa memiliki kondisi lalu lintas yang perlu mendapat perhatian lebih.
Keberadaan eco traffic brick diharapkan dapat menjadi pengingat bagi pengendara untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi titik-titik tersebut. Pemilihan lokasi pemasangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jalan serta aktivitas kendaraan yang melintas.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sarimulyo, mulai dari menentukan titik pemasangan hingga melakukan pemasangan secara langsung di lapangan. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi mahasiswa dan pemerintah desa dalam merespons kebutuhan keselamatan lingkungan sekitar.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK), Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM), serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).
Kolaborasi lintas fakultas tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam menjalankan program pengabdian yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Sarimulyo. Selain memperhatikan aspek keselamatan jalan, penggunaan eco traffic brick juga diarahkan sebagai bagian dari pemanfaatan material yang lebih ramah lingkungan.
Pemerintah Desa Sarimulyo menyambut baik pemasangan eco traffic brick tersebut. Azwan, salah satu perwakilan pemerintah desa, mengatakan keberadaan penanda tambahan di lokasi rawan diharapkan dapat membantu meningkatkan kehati-hatian pengendara.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pemasangan eco traffic brick ini, terutama karena titik-titik tersebut memang cukup rawan kecelakaan. Dengan adanya penanda seperti ini, kami berharap pengendara yang melintas bisa lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan,” ujar Azwan.
Sementara itu, Unggul, perwakilan Pemerintah Desa Sarimulyo lainnya, menyoroti kondisi jalan menuju wilayah Gili yang menjadi salah satu lokasi pemasangan. Menurutnya, kawasan tersebut cukup ramai dilalui kendaraan sehingga membutuhkan perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan.
“Lokasi yang dipilih memang menjadi perhatian karena kendaraan yang melintas cukup ramai dan terkadang pengendara kurang memperhatikan kondisi sekitar. Penanda ini dapat menjadi solusi sederhana untuk meningkatkan kewaspadaan warga maupun pengguna jalan. Semoga pemasangan ini bisa membantu menciptakan kondisi jalan yang lebih aman,” ujarnya.
Pemasangan eco traffic brick di tiga titik tersebut diharapkan dapat meningkatkan perhatian pengguna jalan terhadap kondisi lingkungan sekitar. Pengendara juga diharapkan lebih berhati-hati dan menyesuaikan kecepatan ketika melewati kawasan yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi.
Bagi mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, kegiatan tersebut menjadi wujud kontribusi langsung kepada masyarakat. Program tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan pengabdian, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam menemukan solusi sederhana terhadap persoalan yang dihadapi warga.
Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Desa Sarimulyo, program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan jalan yang lebih aman dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan saat berkendara.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 150 UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti


