Beranda Pendidikan Kuliah Umum FEB SCU, Peneliti Filipina Beberkan Strategi Keuangan UMKM Agar Bertahan

Kuliah Umum FEB SCU, Peneliti Filipina Beberkan Strategi Keuangan UMKM Agar Bertahan

Kegiatan menghadirkan dosen sekaligus peneliti dari University of San Carlos (USC) Filipina, Moanna Janica Senac, M.B.A

Kuliah Umum SCU Peneliti dan Dosen dari Filipina
Moanna Janica Senac, M.B.A. saat memberikan kuliah umum di Aula Teater Gedung Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan, Selasa (10/6/2026). (Foto: dok/SCU)

SEMARANG, Jatengnews.id – Program Studi Manajemen dan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang menggelar kuliah umum di Aula Teater Gedung Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan, Selasa (10/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan dosen sekaligus peneliti dari University of San Carlos (USC) Filipina, Moanna Janica Senac, M.B.A., dari Department of Business Administration.

Kuliah umum dipandu oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Kerja Sama FEB SCU, Dr. Ranto Partomuan Sihombing, S.E., M.Si., dan diikuti puluhan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dalam pemaparannya, Moanna Janica Senac menjelaskan bahwa praktik pengelolaan keuangan yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha mikro, khususnya bisnis kuliner yang beroperasi di kawasan food park.

Temuan tersebut berasal dari penelitian berjudul The Impact of Financial Management Practices on the Financial Sustainability of Micro Enterprises: Food Park Stalls in Cebu City yang dilakukan bersama tim peneliti dari University of San Carlos, Filipina.

Penelitian tersebut mengkaji pengaruh berbagai praktik manajemen keuangan terhadap keberlanjutan finansial usaha mikro yang beroperasi di sejumlah food park di Cebu City. Sebanyak 300 pemilik dan pengelola usaha mikro menjadi responden dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penganggaran (budgeting), pencatatan keuangan (financial record-keeping), kebiasaan menabung (saving practices), serta praktik peminjaman dana (borrowing practices) memiliki pengaruh positif terhadap keberlanjutan keuangan usaha.

Dari seluruh variabel yang diteliti, kebiasaan menabung menjadi faktor yang memberikan pengaruh paling besar terhadap keberlanjutan finansial usaha. Pemilik usaha yang secara konsisten menyisihkan sebagian pendapatannya sebagai cadangan keuangan dinilai lebih mampu menghadapi risiko bisnis dan menjaga stabilitas usaha dalam jangka panjang.

Selain itu, praktik penganggaran yang sistematis juga terbukti membantu pelaku usaha mengelola biaya operasional, mengalokasikan sumber daya secara efisien, serta mengantisipasi berbagai risiko keuangan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Resource-Based View (RBV) yang menekankan bahwa keunggulan kompetitif perusahaan dapat dibangun dari sumber daya dan kemampuan internal yang dimiliki. Dalam konteks usaha mikro, kemampuan mengelola keuangan dipandang sebagai aset strategis yang dapat meningkatkan daya tahan dan keberlanjutan bisnis.

Sementara itu, praktik pemisahan keuangan pribadi dan bisnis tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keberlanjutan finansial usaha. Peneliti menilai kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar usaha food park masih beroperasi dalam skala kecil sehingga pemilik usaha kerap mencampurkan keuangan pribadi dan usaha dalam aktivitas sehari-hari.

Penelitian juga menemukan bahwa lama usaha beroperasi memperkuat pengaruh praktik penganggaran terhadap keberlanjutan keuangan. Semakin lama sebuah usaha berjalan, semakin baik kemampuan pelaku usaha dalam menyusun perencanaan keuangan, melakukan proyeksi pendapatan, serta mengendalikan pengeluaran.

Mayoritas responden dalam penelitian ini merupakan pelaku usaha berusia 30 hingga 45 tahun atau generasi milenial dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi. Sebagian besar usaha berbentuk usaha perseorangan dan memiliki omzet bulanan di bawah 50.000 peso Filipina.

Melalui penelitian ini, para peneliti berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan usaha dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Kuliah umum ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa Program Sarjana dan Magister FEB SCU untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya manajemen keuangan dalam mendukung keberlanjutan usaha serta pengembangan bisnis di tingkat global. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Exit mobile version