
SEMARANG, Jatengnews.id – Momen wisuda tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga menjadi ajang refleksi atas berbagai pengalaman dan pencapaian yang diraih selama menempuh pendidikan.
Hal itu dirasakan oleh sejumlah lulusan dan mahasiswa STIKes Elisabeth Semarang yang membagikan kisah inspiratif mereka dalam menempuh pendidikan di bidang keperawatan.
Salah satunya adalah Rafael Krisanda Zefanya, lulusan S1 Ilmu Keperawatan Program Reguler. Ia mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga selama menempuh pendidikan di STIKes Elisabeth Semarang, terutama karena adanya keseimbangan antara pembelajaran teori dan praktik.
Menurut Rafael, mahasiswa tidak hanya dibekali materi di ruang kelas, tetapi juga dipersiapkan secara matang sebelum terjun langsung ke lapangan melalui praktik klinik.
“Selama kuliah, kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik yang berjalan seiring. Ketika menjalani praktik klinik, kami sudah dibekali teori yang cukup sehingga lebih siap saat diterjunkan ke rumah sakit maupun ke masyarakat,” ujarnya saat ditemui Jatengnews.id, Kamis (11/6/2026).
Selain aktif dalam kegiatan akademik, Rafael juga terlibat dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti BEM atau Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan. Salah satu pencapaian yang paling berkesan baginya adalah ketika berhasil lolos Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbudristek pada 2024.
Tidak hanya itu, Rafael juga berkesempatan mengikuti program interkultural di Bali sebagai perwakilan kampus. Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan wawasan dan kemampuan dirinya selama kuliah.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Rafael berencana melanjutkan pendidikan ke Program Profesi Ners agar memiliki kompetensi yang lebih lengkap sebelum memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Yohanes Orista Adi Saputra, mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), memiliki cerita berbeda. Di tengah kesibukannya bekerja di PT Kereta Api Indonesia (KAI), ia tetap berkomitmen melanjutkan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi profesional.
Sejak 2017, Yohanes bekerja di bidang Health, Safety, and Environment (HSE) atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ia menilai ilmu keperawatan yang dipelajarinya dapat mendukung pekerjaannya, khususnya dalam bidang kesehatan kerja.
“Saya bekerja di PT KAI sejak tahun 2017 hingga sekarang di bidang HSE atau K3. Motivasi saya melanjutkan kuliah adalah untuk memperdalam ilmu keperawatan yang dapat mendukung pekerjaan saya, khususnya di bidang kesehatan kerja,” jelasnya.
Yohanes berharap pendidikan yang ditempuh dapat meningkatkan kompetensi sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar di lingkungan kerjanya.
Kisah serupa juga datang dari Heri Setyawan, mahasiswa Program Profesi Ners yang memperoleh beasiswa dari Rumah Sakit Elisabeth untuk melanjutkan pendidikan.
Heri mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan tersebut karena dapat memperluas pengetahuan dan meningkatkan kompetensi profesional sebagai tenaga kesehatan.
“Universitas Elisabeth merupakan tempat yang sangat baik untuk belajar. Saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru yang nantinya dapat saya terapkan dalam pekerjaan, terutama dengan perkembangan ilmu kesehatan yang terus diperbarui,” ujarnya.
Ketua STIKes Elisabeth Semarang, Sr. Emirensiana Anu Nono OSF., MAN, memberikan apresiasi kepada para wisudawan yang berhasil menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai tantangan, khususnya bagi mereka yang harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan perkuliahan.
Menurutnya, para mahasiswa yang telah bekerja menunjukkan dedikasi dan komitmen luar biasa karena mampu menjalankan berbagai tanggung jawab secara bersamaan hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan.
“Mereka adalah sosok yang luar biasa. Di tengah kesibukan bekerja, mereka tetap berkomitmen untuk kuliah hingga akhirnya dapat mengikuti wisuda hari ini. Bekerja, kuliah, dan tetap menjalankan tanggung jawab keluarga bukanlah hal yang mudah, tetapi mereka mampu menjalaninya dengan baik,” ujarnya.
Sr. Emirensiana juga menilai kepercayaan para alumni untuk kembali melanjutkan pendidikan di STIKes Elisabeth menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan kecintaan alumni terhadap almamater sekaligus kepercayaan terhadap kualitas pendidikan yang diberikan.
Secara khusus, ia menyoroti Rafael sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi dan memiliki kepedulian terhadap pengembangan kampus melalui berbagai masukan konstruktif yang diberikan selama masa studi.
“Masing-masing memiliki keunggulan dan kedewasaan yang berbeda. Ada yang membawa pengalaman kerja, ada yang aktif berorganisasi, namun semuanya memiliki kecintaan terhadap profesi keperawatan dan almamater. Itu yang membuat kami bangga,” ungkapnya.
Ia berharap para lulusan dapat terus mengembangkan kompetensi yang dimiliki, menjaga profesionalisme, serta membawa nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di STIKes Elisabeth Semarang ke dunia kerja dan masyarakat. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara