Beranda Pendidikan UMUKA Didorong Tingkatkan Mutu Akademik dan Perkuat Daya Saing Digital

UMUKA Didorong Tingkatkan Mutu Akademik dan Perkuat Daya Saing Digital

Prof. Achmad menilai UMUKA yang baru berdiri sekitar empat tahun perlu memiliki diferensiasi visi dan misi dengan fokus utama pada penguatan kualitas pendidikan.

Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Achmad Nurmandi saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Achmad Nurmandi saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Iwan)

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) didorong memperkuat mutu akademik dan meningkatkan eksistensi di ruang digital agar mampu bersaing sebagai perguruan tinggi yang masih tergolong muda.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Achmad Nurmandi, saat memberikan pendampingan kepada jajaran pimpinan UMUKA, Jumat (24/7/2026).

Prof. Achmad menilai UMUKA yang baru berdiri sekitar empat tahun perlu memiliki diferensiasi visi dan misi dengan fokus utama pada penguatan kualitas pendidikan.

“Karena masih baru, diferensiasi visi misinya lebih banyak ke pendidikan. Proses internal harus berkualitas dengan standar lulusan yang melampaui standar nasional, tidak hanya IPK dan masa studi, tetapi juga memiliki kompetensi tambahan yang dibutuhkan dunia kerja,” ujarnya.

Ia menegaskan seluruh perencanaan kampus, termasuk indikator kinerja utama (IKU), harus selaras dengan visi tersebut agar mampu meningkatkan daya saing, setidaknya di tingkat Jawa Tengah.

Selain penguatan akademik, Prof. Achmad meminta UMUKA lebih aktif membangun reputasi melalui website dan media sosial. Menurutnya, publikasi aktivitas kampus serta penguatan webometrik menjadi faktor penting dalam meningkatkan pengenalan institusi.

“Kalau tidak aktif di ruang digital, orang tidak akan tahu. Apalagi UMUKA masih baru, jadi harus menunjukkan berbagai capaian dan aktivitasnya kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga mendorong UMUKA menetapkan target yang terukur. Dari 25 program studi yang dimiliki, baru tiga berakreditasi Baik Sekali. Dalam dua tahun ke depan, jumlah tersebut diharapkan meningkat hingga sekitar 50 persen, kemudian mulai memiliki program studi berakreditasi Unggul dalam empat tahun mendatang. Target lain meliputi peningkatan jumlah dosen lektor dan lektor kepala serta pertumbuhan mahasiswa dari sekitar 1.500 menjadi 5.000 orang.

Sementara itu, Rektor UMUKA Muh Samsuri mengatakan pendampingan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menjadi masukan penting dalam penyempurnaan arah pengembangan kampus.

“Kami merasa sangat terbantu karena ada pendampingan secara langsung. Dokumen perencanaan yang kami susun masih memiliki beberapa hal yang perlu diperbaiki setelah direview,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi UMUKA saat ini adalah keterbatasan pendanaan dan sumber daya manusia, terutama dalam meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor dan jabatan fungsional akademik.

Sebagai upaya peningkatan kualitas, UMUKA terus mendorong dosen melanjutkan studi doktoral, meningkatkan jabatan akademik, serta memperkuat penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada program hibah Kemendiktisaintek, UMUKA meraih 15 hibah dan menempati peringkat keempat Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Jawa Tengah. Sejumlah dosen juga memperoleh pendanaan riset dari BRIN serta beasiswa LPDP dan Program Pendidikan Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI).

Saat ini UMUKA memiliki 25 program studi, termasuk dua program studi baru, yakni Pendidikan Agama Islam dan Hukum Keluarga Islam. Tiga program studi yang telah meraih akreditasi Baik Sekali ialah Produksi Ternak, Akuntansi, dan Teknik Komputer.

“Capaian tersebut menjadi modal awal untuk meningkatkan mutu program studi lainnya secara bertahap,” pungkas Muh Samsuri.

Penulis : Iwan Iswanda

Editor : Jaka N

Exit mobile version