
SEMARANG, Jatengnews.id – Sebanyak 67 lulusan mengikuti Wisuda dan Angkat Sumpah yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan atau STIKes Elisabeth Semarang, Kamis (11/6/2026).
Para lulusan berasal dari Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Reguler, S1 Ilmu Keperawatan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta Program Profesi Ners.
Ketua Panitia Wisuda dan Angkat Sumpah STIKes Elisabeth Semarang, Eka Wahyuningrum, S.Kep., Ns., M.Kep., mengatakan wisuda kali ini memiliki sejumlah capaian yang membanggakan, baik dari sisi akademik maupun prestasi lulusan.
“Untuk Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Reguler terdapat 46 lulusan, Program S1 Ilmu Keperawatan RPL sebanyak 5 lulusan, dan Program Profesi Ners sebanyak 16 lulusan. Total keseluruhan wisudawan dan peserta angkat sumpah pada periode ini berjumlah 67 orang,” ujarnya.
Menurut Eka, salah satu keistimewaan wisuda tahun ini adalah hadirnya lulusan pertama Program Sarjana Ilmu Keperawatan yang menyelesaikan pendidikan dalam waktu tujuh semester.
Ia menjelaskan, sebelumnya masa studi Program Sarjana Ilmu Keperawatan ditempuh selama delapan semester. Namun, berdasarkan kebijakan yang berlaku saat itu, kurikulum dipadatkan menjadi tujuh semester tanpa mengurangi capaian kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa.
“Ini merupakan lulusan pertama yang menempuh pendidikan selama tujuh semester. Meski masa studi lebih singkat, kompetensi yang harus dicapai tetap sama,” jelasnya.
Meski demikian, berdasarkan regulasi terbaru, perguruan tinggi kemungkinan akan kembali menerapkan masa studi delapan semester untuk Program Sarjana Ilmu Keperawatan.
Eka menegaskan bahwa kualitas lulusan tetap menjadi prioritas utama STIKes Elisabeth Semarang. Kampus terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global dengan mengedepankan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada self care.
“Kami ingin mencetak lulusan yang mampu memberdayakan pasien dan masyarakat agar lebih mandiri dalam menjaga kesehatannya,” katanya.
Dari sisi prestasi akademik, capaian para lulusan juga cukup membanggakan. Wisudawan terbaik Program S1 Ilmu Keperawatan berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 dan 3,77, sedangkan lulusan terbaik Program Profesi Ners memperoleh IPK sempurna, yakni 4,00.
Menurut Eka, capaian tersebut tidak terlepas dari sistem pembinaan akademik yang diterapkan kampus. Mahasiswa yang mengalami kendala akademik mendapatkan pendampingan dan evaluasi secara berkala agar dapat meningkatkan prestasinya.
“Kami selalu melakukan pendampingan kepada mahasiswa. Ketika ada nilai yang kurang optimal, mereka langsung kami arahkan untuk memperbaikinya. Syukurnya, mahasiswa memiliki semangat belajar yang tinggi sehingga mampu mencapai hasil yang baik,” ungkapnya.
Kabar membanggakan lainnya datang dari Program Profesi Ners. Seluruh lulusan berhasil lulus Uji Kompetensi Nasional dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.
“Puji Tuhan, seluruh peserta Program Profesi Ners lulus Uji Kompetensi Nasional. Ini menjadi capaian yang sangat membanggakan karena ujian tersebut merupakan syarat penting bagi lulusan untuk menjalankan profesinya sebagai perawat,” ujarnya.
Sementara itu, lulusan Program S1 Ilmu Keperawatan, baik reguler maupun RPL, akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Profesi Ners sebelum nantinya mengikuti Uji Kompetensi Nasional sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada kesempatan yang sama, Ketua STIKes Elisabeth Semarang, Sr. Emirensiana Anu Nono OSF., MAN, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang berhasil menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai tantangan, khususnya bagi mereka yang harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan perkuliahan.
Ia menilai keberhasilan para lulusan menjadi bukti semangat dan komitmen yang tinggi dalam mengembangkan kompetensi diri sebagai tenaga kesehatan profesional.
Sr. Emirensiana berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga dan mengembangkan profesi yang telah dipilih, sekaligus membawa nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di STIKes Elisabeth Semarang.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menerapkan budaya 5S dan 1D, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, dan Disiplin, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan profesi.
Ia juga menekankan agar para alumni terus mengamalkan semangat Deus Providebit yang menjadi nilai dasar STIKes Elisabeth Semarang, yakni Peacemaker (pembawa damai), Responsibility (bertanggung jawab), Openness (keterbukaan), Visionary (berpandangan jauh ke depan), Innovation, Diversity, Environmental Concern, Brotherhood, Integrity (integritas), dan Trustworthy (dapat dipercaya).
“Jadi, tetap bawa nilai-nilai itu ke mana pun berada,” tegas Sr. Emirensiana kepada Jatengnews.id. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara