
Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 86 UIN Walisongo Semarang menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah di Balai Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Ahad (31/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha berbasis ekonomi kreatif yang ramah lingkungan.
Pelatihan yang diinisiasi oleh Divisi Ekonomi Kreatif (Ekraf) KKN Reguler 86 tersebut diikuti oleh puluhan ibu-ibu Desa Bungo yang baru saja menyelesaikan kegiatan senam rutin desa. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan lilin aromaterapi yang dipandu langsung oleh mahasiswa KKN.
Koordinator Divisi Ekraf KKN Reguler 86 UIN Walisongo menjelaskan bahwa minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata masih memiliki nilai guna dan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan edukasi bahwa minyak jelantah tidak harus berakhir sebagai limbah. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, minyak bekas dapat diubah menjadi lilin aromaterapi yang menarik dan memiliki nilai jual,” ujarnya.
Dalam sesi praktik, peserta diajak mempelajari proses pembuatan lilin aromaterapi mulai dari penyaringan minyak jelantah, pencampuran dengan bahan pengeras lilin, hingga penambahan pewarna dan minyak esensial untuk menghasilkan aroma yang menenangkan.
Setelah seluruh bahan tercampur dengan baik, adonan lilin dituangkan ke dalam wadah yang telah disiapkan dan didiamkan hingga mengeras.
Hasil akhir berupa lilin aromaterapi yang tidak hanya berfungsi sebagai pengharum ruangan, tetapi juga memiliki tampilan menarik dan berpotensi dipasarkan sebagai produk UMKM.
Selain memberikan keterampilan baru, pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah dinilai dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan lilin serta berdiskusi mengenai peluang pengembangan dan pemasaran produk tersebut.
Beberapa peserta mengaku tertarik untuk mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi usaha rumahan. Salah satunya adalah Sri, warga Desa Bungo, yang merasa mendapatkan wawasan baru mengenai pemanfaatan minyak jelantah.
“Selama ini minyak bekas goreng biasanya langsung dibuang. Ternyata setelah mengikuti pelatihan ini, minyak jelantah bisa diolah menjadi lilin yang cantik dan wangi. Semoga ilmu ini bisa bermanfaat dan menjadi peluang usaha bagi ibu-ibu di desa,” tuturnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Reguler 86 UIN Walisongo Semarang berharap masyarakat Desa Bungo semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga yang berkelanjutan.
Selain memberikan dampak positif bagi lingkungan, pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha mikro berbasis kreativitas dan ekonomi sirkular di tingkat keluarga.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui inovasi sederhana yang menggabungkan aspek lingkungan, ekonomi, dan kreativitas untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa.
Penulis: Tim KKN Reguler 86
Editor: R. Dian Pramesti