
Demak, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler UIN Walisongo Semarang Posko 14 menggelar program LESEHAN (Lestari Ekonomi lewat Hasil Pangan) bersama ibu-ibu PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Karang Taruna Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jumat (29/05/2026).
Kegiatan ini bertujuan mendorong pemanfaatan hasil pangan lokal menjadi produk UMKM bernilai ekonomi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manajemen keuangan digital untuk pengembangan usaha.
Program LESEHAN menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam mengoptimalkan potensi pertanian Desa Pasir agar tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi di pasar.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan materi mengenai potensi pangan lokal yang dimiliki Desa Pasir.
Komoditas pertanian seperti bawang merah dan cabai yang menjadi hasil unggulan masyarakat dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan yang mampu meningkatkan pendapatan warga.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan kepada peserta adalah pembuatan kue bawang berbahan dasar bawang merah lokal.
Melalui pengolahan sederhana, hasil panen bawang merah dapat diubah menjadi makanan ringan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan menjualnya dalam bentuk mentah.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan kue bawang yang dipandu langsung oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.
Peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK, Kelompok Wanita Tani, dan anggota Karang Taruna tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari pencampuran bahan, pembentukan adonan, hingga proses penggorengan.
Selain pelatihan pengolahan pangan lokal, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai manajemen keuangan usaha.
Materi tersebut membahas pentingnya memisahkan keuangan usaha dan keuangan pribadi, melakukan pencatatan pemasukan serta pengeluaran secara rutin, hingga menghitung keuntungan usaha secara sederhana.
Mahasiswa KKN juga mengenalkan berbagai aplikasi dan teknologi digital yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk membantu pencatatan keuangan agar lebih praktis, rapi, dan terorganisir.
Koordinator KKN Posko 14 menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan merupakan salah satu aspek penting yang menentukan keberlanjutan suatu usaha.
Dengan pencatatan yang baik, pelaku UMKM dapat memantau kondisi usahanya sekaligus menyusun strategi pengembangan yang lebih terarah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, Kelompok Wanita Tani, dan Karang Taruna Desa Pasir, agar semakin kreatif dalam mengolah hasil pangan lokal dan mampu mengelola usaha dengan lebih baik,” ujarnya.
Peserta menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan hasil pertanian lokal dan pengelolaan usaha secara modern.
Selain memperoleh keterampilan mengolah bawang merah menjadi produk bernilai jual, peserta juga memahami pentingnya manajemen keuangan dalam mendukung keberhasilan usaha rumahan.
Melalui Program LESEHAN, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap masyarakat Desa Pasir semakin termotivasi untuk mengembangkan produk UMKM berbasis pangan lokal yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan usaha masyarakat yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan di era digital.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN Posko 14
Editor: R. Dian Pramesti