
SEMARANG, Jatengnews.id – Harapan Sriyanti (39) untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri pupus di menit-menit terakhir penutupan pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Tengah 2026.
Warga Kota Semarang itu harus pulang dengan tangan hampa setelah laman pendaftaran mengalami gangguan atau freeze menjelang penutupan pada pukul 15.00 WIB, Kamis (17/6/2026).
Sriyanti yang bekerja sebagai penjaga kantin di Pasar Johar mengaku sempat mendatangi Posko SPMB di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Tengah sekitar pukul 15.30 WIB.
Ia datang untuk mencari kepastian setelah gagal mengakses laman pendaftaran untuk mendaftarkan anaknya ke SMK Negeri 10 Semarang melalui jalur prestasi.
Usai mengadu, Sriyanti mengaku tidak mendapatkan solusi atas permasalahan yang dihadapinya.
Ia mengatakan sistem pendaftaran mendadak tidak bisa diakses ketika hendak menyelesaikan proses pendaftaran.
“Sistemnya ngehang. Saya mau daftarin anak saya enggak bisa, ke sini berharap dapat solusi, ternyata enggak ada,” ujar Sriyanti kepada awak media beberapa waktu lalu.
Menurutnya, rasa cemas sudah muncul sejak Kamis siang, karena laman SPMB tidak merespons saat diakses melalui telepon genggamnya.
Ia sempat mendatangi SMK Negeri 10 Semarang untuk mencari jalan keluar, namun pihak sekolah juga tidak dapat berbuat banyak sehingga dirinya memutuskan datang ke Posko SPMB Jateng.
Kata Sriyanti, petugas menjelaskan bahwa sistem mengalami freeze karena tingginya jumlah pengguna yang mengakses laman menjelang penutupan pendaftaran.
“Tapi di sini, kata petugas tadi, sistem freeze karena banyak orang mengakses kalau jelang penutupan. Disarankan kalau bisa empat jam sebelumnya sudah siap-siap,” ucapnya.
Kegagalan mendaftarkan anak ke sekolah negeri membuat Sriyanti kecewa. Meski demikian, ia memilih menerima keadaan dan berencana mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
“Ya pasti kecewa. Tapi tetap harus sekolah, di swasta enggak apa-apa,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto mengaku, belum mengetahui secara rinci terkait gangguan akses yang terjadi menjelang penutupan pendaftaran.
Namun, ia menduga kondisi tersebut dipicu oleh tingginya trafik pengguna yang mengakses laman secara bersamaan.
“Tapi mungkin itu [ngehang] biasanya terkait trafik tinggi, semua orang lihat,” kata Sunarto kepada awakmedia.
Ia menambahkan, Disdik Jateng akan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Digital (Komdigi) Jawa Tengah untuk memastikan kapasitas sistem dan mengantisipasi gangguan serupa pada tahapan SPMB berikutnya.
“Nanti kami ordinasi dengan Kominfo untuk memastikan sistemnya seberapa banyak trafik dan lainnya ya,” terangnya.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N