SEMARANG, Jatengnews.id – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Tengah 2026 berlangsung lancar dan memasuki tahap daftar ulang. Dari total 293.331 pendaftar, sebanyak 228.016 calon murid dinyatakan lolos seleksi untuk SMA dan SMK negeri di seluruh Jawa Tengah.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto, mengatakan seluruh rangkaian SPMB berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Tahapan tersebut meliputi penyusunan regulasi, sosialisasi, pengajuan akun, verifikasi berkas, aktivasi akun, pendaftaran, hingga pengumuman hasil seleksi.
“Seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal. Saat ini proses SPMB telah memasuki tahap daftar ulang di masing-masing sekolah tujuan,” ujar Sunarto di Semarang, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Tengah, sebanyak 120.417 calon murid diterima di SMA negeri, sedangkan 107.599 calon murid lainnya lolos seleksi di SMK negeri.
Hasil seleksi diumumkan melalui laman resmi SPMB Jawa Tengah pada 21 Juni 2026. Menurut Sunarto, waktu pengumuman sengaja dipilih pada malam hari agar calon murid dapat melihat hasil seleksi bersama keluarga di rumah.
Ia juga memastikan sistem layanan SPMB tetap berjalan stabil selama proses berlangsung meskipun sempat mengalami lonjakan akses saat pengumuman hasil seleksi.
“Sampai sekarang sistem berjalan baik, data terolah dengan baik, dan saat ini digunakan untuk melayani proses daftar ulang calon murid yang diterima,” katanya.
Dinas Pendidikan Jawa Tengah mengimbau peserta yang telah dinyatakan lolos agar segera melakukan daftar ulang sebelum batas akhir pada 25 Juni 2026 pukul 15.00 WIB. Peserta yang tidak melakukan daftar ulang akan dianggap mengundurkan diri dan kehilangan hak atas kursi yang telah diperoleh.
Kursi yang kosong nantinya akan diberikan kepada calon murid cadangan sesuai urutan peringkat dalam sistem. Pengumuman calon cadangan dijadwalkan pada 26 Juni 2026, sedangkan daftar ulang calon cadangan akan berlangsung pada 29–30 Juni 2026.
Salah seorang wali murid, Pompy Saiful Rizal, mengapresiasi pelaksanaan SPMB tahun ini yang dinilai transparan dan mudah dipantau oleh masyarakat.
“Secara umum transparan dan orang tua mudah mengikuti prosesnya. Kami tinggal memantau perkembangan karena alurnya jelas dan tidak berbelit,” ujarnya.
Senada dengan itu, Astri Handayani menilai sistem SPMB 2026 lebih terbuka karena masyarakat dapat memantau hasil seleksi dan pergerakan peringkat secara daring.
“Semua orang bisa melihat perkembangan hasil seleksi secara real time, sehingga prosesnya terasa lebih adil dan transparan,” katanya.
Penulis : Jaka N
Editor : Shodiqin
