Semarang Mantapkan Langkah Menuju Transportasi Hijau, Bus Listrik Hyundai Jalani Uji Operasional

Upaya tersebut ditandai dengan dimulainya uji operasional bus listrik Hyundai yang menjadi bagian dari pengembangan ekosistem angkutan umum ramah lingkungan di ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

SEMARANG, Jatengnews.id  – Kota Semarang semakin serius mempersiapkan transformasi sistem transportasi publik berbasis energi bersih. Upaya tersebut ditandai dengan dimulainya uji operasional bus listrik Hyundai yang menjadi bagian dari pengembangan ekosistem angkutan umum ramah lingkungan di ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Peluncuran uji coba bus listrik dilakukan usai pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Membangun Ekosistem Transportasi Publik Ramah Lingkungan: Integrasi Aspek Keselamatan, Infrastruktur Pengisian Daya, dan Pembiayaan Angkutan Umum Berbasis Listrik di Kota Semarang” yang digelar di Hotel Metro Park View Semarang.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Semarang bersama Pemerintah Kota Semarang dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, legislatif, akademisi, pelaku industri otomotif, hingga pengamat transportasi.

Forum ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus menyusun strategi percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai moda transportasi publik yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Ketua DPC Organda Kota Semarang, Bambang Pranoto Purnomo, mengatakan transformasi menuju angkutan umum berbasis listrik memerlukan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta. Menurutnya, perubahan teknologi harus diikuti dengan kesiapan regulasi, infrastruktur, sumber daya manusia, dan model pembiayaan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Semarang menyampaikan bahwa sistem Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor penggunaan armada listrik di Jawa Tengah. Namun, implementasi tersebut tetap membutuhkan kajian teknis yang komprehensif agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Dukungan industri juga menguat dalam forum tersebut. Hyundai bersama Hyundai Motor Asia Pacific (HMAP), Samudra Teknindo Hydraumatic, dan Karoseri Laksana menyatakan kesiapan menghadirkan bus listrik yang dirancang sesuai dengan kebutuhan operasional di Kota Semarang, termasuk karakteristik jalur yang didominasi tanjakan dan turunan.

Selain kesiapan kendaraan, pembahasan juga mencakup pembangunan infrastruktur pengisian daya, standar keselamatan operasional, hingga skema pembiayaan agar pengadaan armada listrik dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai keberhasilan elektrifikasi angkutan umum tidak hanya ditentukan oleh teknologi kendaraan, tetapi juga perencanaan bisnis yang matang. Menurutnya, keberlanjutan operasional harus menjadi perhatian utama agar layanan tetap terjangkau tanpa membebani operator maupun pemerintah daerah.

Di sisi lain, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengingatkan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas sejak tahap perencanaan hingga operasional. Standar keamanan kendaraan, kesiapan pengemudi, serta prosedur penanganan kondisi darurat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis listrik.

Sebagai implementasi awal, Hyundai mulai mengoperasikan satu unit bus listrik untuk menjalani uji coba selama satu bulan di sejumlah koridor Trans Semarang. Pengujian difokuskan pada lintasan dengan tingkat kesulitan tinggi, termasuk Koridor 4 dan Koridor 8 yang memiliki kontur jalan menanjak.

Perwakilan Hyundai Motor Asia Pacific, Andreas, mengatakan uji operasional tersebut bertujuan mengukur performa kendaraan secara menyeluruh, mulai dari daya tahan baterai, kemampuan motor penggerak, efisiensi energi, hingga sistem pengereman pada medan yang menantang.

“Hasil pengujian ini akan menjadi dasar evaluasi sebelum armada bus listrik dioperasikan secara lebih luas di Kota Semarang,” ujarnya.

Prosesi pelepasan bus listrik menuju Balai Kota Semarang menandai dimulainya tahap pengujian tersebut. Kehadiran armada bebas emisi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem transportasi publik yang lebih modern, ramah lingkungan, dan mampu mendukung target pengurangan emisi karbon di Kota Semarang.

Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, Kota Semarang menunjukkan kesiapannya untuk memasuki era baru transportasi publik yang mengedepankan inovasi, keselamatan, serta keberlanjutan lingkungan.

Penulis : Jaka N

Editor : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN