KARANGANYAR, Jatengnews.id – Jumlah nasabah BMT Alfa Dinar yang mengaku menjadi korban dugaan penggelapan dana terus bertambah. Hingga Jumat (14/8/2026), sekitar 350 nasabah dari berbagai wilayah Solo Raya telah melapor ke Satreskrim Polres Karanganyar.
Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Wikan Sri Kadiyono, mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, mengatakan jumlah korban masih berpotensi bertambah karena nasabah terus berdatangan memberikan keterangan.
“Sampai hari ini nasabah yang masuk ke kita, yang mengonfirmasi sebagai nasabah dan menjadi korban, sekitar 350 orang,” ujar Wikan.
Para nasabah tersebut berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Karanganyar, Sragen, dan Solo. Polisi masih melakukan pemeriksaan saksi serta pendataan kerugian.
“Untuk total kerugian dari 350 orang tersebut belum kita hitung secara mendetail,” jelasnya.
Dalam perkara ini, pihak terlapor telah dimintai keterangan. Namun, polisi belum menetapkan tersangka karena masih mendalami keterangan para saksi.
“Untuk terlapor sudah kita mintai keterangan. Tapi sampai saat ini belum (ada tersangka). Kita masih mendalami keterangan saksi-saksi yang lain,” tandasnya.
Dari pemeriksaan sementara, sejumlah nasabah mengaku tertarik menempatkan dana di BMT Alfa Dinar karena kedekatan dengan karyawan, proses yang dinilai mudah, serta imbal hasil yang menarik.
“Karena mereka memiliki deposito di BMT Alfa Dinar, kebanyakan karena kedekatan dengan karyawan, kemudian dijanjikan prosesnya mudah, terus ada bunga-bunga yang menarik,” ungkap Wikan.
Besaran imbal hasil yang disebut ditawarkan mencapai sekitar 12 persen per tahun.
“Kalau tidak salah itu bunga per tahun ada 12 persen,” ujarnya.
Polisi masih mengumpulkan alat bukti dan membuka ruang bagi nasabah lain yang merasa menjadi korban untuk memberikan informasi.
“Kita masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk menambah alat bukti dan mengumpulkan nasabah-nasabah yang menjadi korban,” pungkasnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N





