Wagub Jateng Ajak Generasi Muda Teladani Kiprah Ulama

bangsa ini membutuhkan lebih banyak figur yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi panutan dalam kehidupan.

SEMARANG, Jatengnews.id  – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak generasi muda menjadikan para ulama sebagai teladan dalam menuntut ilmu sekaligus mengabdi kepada masyarakat.

Menurutnya, bangsa ini membutuhkan lebih banyak figur yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi panutan dalam kehidupan.

Hal itu disampaikan Taj Yasin saat menghadiri peluncuran buku Biografi 70 Tahun Profesor Erfan Soebahar: Jejak Langkah Pendidik, Pendakwah, dan Pemimpin Inspiratif di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Senin (6/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin menilai Prof. Erfan Soebahar merupakan sosok yang layak dijadikan teladan. Selain dikenal sebagai akademisi dan penulis produktif, Erfan dinilai mendedikasikan hidupnya bagi kemajuan pendidikan, dakwah, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Pengabdiannya luar biasa, bukan hanya dalam dunia akademik, tetapi juga dalam kehidupan keagamaan masyarakat,” kata Taj Yasin.

Ia menambahkan, pada usia 70 tahun, Prof. Erfan masih dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi bukti konsistensi pengabdian yang patut dicontoh generasi muda.

“Ini yang harus kita teladani. Bukan hanya ilmu yang beliau sampaikan, tetapi juga karya-karya dan tinta yang beliau tuliskan. Semua itu menjadi warisan yang sangat berharga,” ujarnya.

Taj Yasin berharap semangat membaca, menulis, dan mengembangkan ilmu pengetahuan tidak hanya tumbuh di lingkungan kampus, tetapi juga menginspirasi masyarakat luas.

Menurutnya, Prof. Erfan berhasil memadukan tradisi keilmuan pesantren dengan tradisi akademik di perguruan tinggi. Perpaduan tersebut melahirkan sosok yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.

Ia menegaskan, dunia pendidikan saat ini membutuhkan lebih banyak figur teladan, bukan sekadar individu yang memiliki kecerdasan intelektual.

“Banyak orang pintar, tetapi belum tentu menjadi teladan. Di era seperti sekarang, yang kita butuhkan bukan hanya ilmuwan, tetapi juga sosok yang menjadi teladan bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang, Mokh. Sya’roni, mengatakan buku tersebut merekam perjalanan panjang Prof. Erfan Soebahar dalam dunia akademik, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, dedikasi Prof. Erfan tidak berhenti setelah memasuki masa purna tugas sebagai dosen.

“Pengabdian beliau tidak berhenti ketika purna dari kampus. Masih banyak ruang pengabdian yang dapat terus beliau jalankan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sya’roni menjelaskan, peluncuran buku tersebut merupakan bagian dari tradisi penghormatan kepada para guru besar yang telah menuntaskan masa pengabdiannya di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora maupun UIN Walisongo Semarang.

Penulis : Jaka N

Editor : Shodiqin

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN