
SEMARANG, Jatengnews.id– Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menunjukkan dukungan nyata terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan menjadi salah satu warga yang didata langsung oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS).
Usai proses pendataan di kantornya, Agustina mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menyukseskan sensus yang digelar sekali dalam 10 tahun tersebut.
Dalam proses pendataan, Agustina menjawab sejumlah pertanyaan dari petugas sensus dan menerima stiker sebagai tanda telah berpartisipasi. Ia mengatakan pengalaman mengikuti sensus berlangsung mudah, cepat, dan data yang diberikan dipastikan aman.
“Saya sudah ditanya beberapa hal dan prosesnya tidak lama. Data yang diberikan juga dijamin kerahasiaannya,” ujar Agustina.
Setelah mengikuti pendataan, Wali Kota langsung memimpin rapat koordinasi percepatan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bersama Sekretaris Daerah, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh camat se-Kota Semarang.
Rapat tersebut difokuskan untuk mengevaluasi pelaksanaan sensus di lapangan sekaligus menyusun strategi percepatan pendataan. Hingga pertengahan Juli 2026, capaian Sensus Ekonomi di Kota Semarang masih berada di kisaran 38 persen.
Agustina menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir apabila didatangi petugas sensus. Menurutnya, pendataan yang dilakukan BPS tidak memiliki keterkaitan dengan pemeriksaan perpajakan maupun kepentingan lainnya.
Ia juga meluruskan adanya informasi yang beredar mengenai keterkaitan sensus dengan pendataan pajak. Menurutnya, pemutakhiran data yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) merupakan kegiatan berbeda yang telah berjalan sejak Mei dan tidak berkaitan dengan Sensus Ekonomi 2026.
“Penyelenggaraan sensus ini murni untuk memperoleh data ekonomi nasional sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir ataupun menolak kedatangan petugas,” katanya.
Dalam evaluasi tersebut, Pemkot Semarang juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang dihadapi petugas sensus, mulai dari masih adanya warga yang enggan memberikan data hingga terbatasnya akses menuju kawasan perumahan eksklusif dan area industri.
Untuk mempercepat capaian pendataan sebelum batas akhir pada 31 Agustus 2026, Pemerintah Kota Semarang tengah menyiapkan berbagai langkah, termasuk mengkaji pemberian apresiasi kepada kecamatan dengan kinerja pendataan terbaik.
Agustina turut menginstruksikan seluruh camat agar memperkuat koordinasi hingga tingkat kelurahan, RT, dan RW guna membantu kelancaran pelaksanaan sensus. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sehingga target pendataan dapat tercapai.
Di sisi lain, BPS memastikan seluruh informasi yang disampaikan responden akan tersimpan secara aman di dalam sistem. Data yang telah diinput petugas langsung terkunci dan dilindungi kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui partisipasi aktif masyarakat, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan penguatan perekonomian, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara