Beranda Daerah Wali Kota Semarang Perkuat Kesiapan Damkar, Armada dan Anggaran Operasional Dipastikan Aman

Wali Kota Semarang Perkuat Kesiapan Damkar, Armada dan Anggaran Operasional Dipastikan Aman

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menekankan bahwa pelayanan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah.

Dinas Pemadam Kebakaran (Dinas Damkar)
Mobil operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Dinas Damkar) Kota Semarang. (Foto : Dok Pemkot Semarang)

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya menjaga kualitas layanan pemadam kebakaran dengan memastikan kesiapan armada, personel, hingga dukungan anggaran operasional tetap terjaga.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menekankan bahwa pelayanan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan anggaran pemeliharaan kendaraan operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam APBD Tahun Anggaran 2026. Selain itu, Pemkot juga terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan operasional agar seluruh armada dapat berfungsi optimal saat terjadi keadaan darurat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Kota Semarang, Sugeng Hartanto, menjelaskan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebenarnya telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan kendaraan dan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk seluruh armada Damkar berdasarkan usulan dalam APBD 2026.

Namun, saat penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), Dinas Damkar melakukan penyesuaian sehingga alokasi BBM hanya dialokasikan untuk 10 dari 17 kendaraan operasional, sedangkan sisanya dipindahkan ke pos belanja lainnya.

Menurut Sugeng, langkah tersebut seharusnya tidak dilakukan karena berpotensi mengganggu kesiapan layanan jika sewaktu-waktu dibutuhkan penambahan armada dalam penanganan kebakaran.

“Upaya sosialisasi yang dilakukan Dinas Damkar patut diapresiasi karena berhasil menekan angka kejadian kebakaran. Meski demikian, dukungan operasional seperti BBM tetap harus tersedia agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.

Data Pemkot Semarang menunjukkan tren kebakaran memang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 489 kejadian, turun menjadi 341 kasus pada 2024, kemudian kembali berkurang menjadi 282 kejadian pada 2025. Hingga Juli 2026, jumlah kebakaran tercatat sebanyak 192 kasus.

Sugeng menambahkan, anggaran pemeliharaan kendaraan operasional roda enam Damkar tahun 2026 mencapai sekitar Rp1,22 miliar. Hingga 22 Juli 2026, realisasi anggaran telah mencapai Rp568,79 juta atau sekitar 46,4 persen, sehingga masih tersedia lebih dari separuh anggaran yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional, termasuk kebutuhan BBM.

Ia menilai, apabila terdapat armada yang belum memperoleh alokasi BBM akibat perubahan pada DPA, solusi dapat dilakukan melalui pergeseran anggaran internal tanpa harus menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT), mengingat kondisi Kota Semarang saat ini tidak berada dalam situasi kedaruratan.

Sementara itu, Wali Kota Agustina memastikan Pemkot akan terus memberikan dukungan penuh terhadap operasional Damkar, baik melalui penyediaan anggaran maupun pemeliharaan sarana dan prasarana.

Pada 2026, anggaran belanja operasional Damkar di luar belanja pegawai mencapai sekitar Rp8,43 miliar, sedangkan anggaran khusus pemeliharaan kendaraan operasional sebesar Rp1,225 miliar.

“Pelayanan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami memastikan kebutuhan operasional Damkar tetap terpenuhi agar petugas dapat bekerja secara maksimal dan memberikan respons cepat kepada masyarakat,” kata Agustina.

Saat ini Dinas Damkar Kota Semarang memiliki 15 unit mobil pemadam. Sebanyak 10 unit digunakan untuk operasional harian, sedangkan lima unit lainnya disiagakan sebagai armada cadangan dalam kondisi siap pakai apabila terjadi peningkatan kebutuhan di lapangan.

Menurut Agustina, hingga pertengahan 2026 belum ada peristiwa kebakaran yang memerlukan pengerahan lebih dari delapan unit mobil pemadam sehingga kapasitas pelayanan masih mencukupi.

Sebagai bagian dari penguatan layanan, Pemkot Semarang juga telah menambah tiga armada baru yang pengadaannya rampung pada Juni 2026. Armada tersebut terdiri atas satu mobil pemadam berkapasitas tangki 1.000 liter untuk menjangkau kawasan gang sempit, satu kendaraan rescue, serta satu minibus penyuluhan yang akan digunakan untuk meningkatkan edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

Ketiga kendaraan tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Juli 2026 guna mempercepat waktu tanggap (response time) dan memperluas jangkauan pelayanan Damkar di berbagai wilayah Kota Semarang.

“Penanganan kebakaran tidak hanya bergantung pada jumlah kendaraan, tetapi juga kesiapan personel, kelengkapan peralatan, akses menuju lokasi, hingga ketersediaan sumber air. Semua aspek itu akan terus kami perkuat secara bertahap agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” pungkas Agustina.

Penulis   : Alif Nazzala Rizqi

Editor     : Jaka Nuswantara

Exit mobile version