10 Warga Semarang Jalani Operasi Katarak Gratis, Wujud Kepedulian YBM PLN

Sebanyak 10 pasien menerima manfaat dalam kegiatan sosial ini.

SEMARANG, Jatengnews.id – PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Semarang melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN bekerja sama dengan RSI Sultan Agung Semarang dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu, Selasa (28/7/2026).

Sebanyak 10 pasien menerima manfaat dalam kegiatan sosial tersebut. Seluruh peserta merupakan masyarakat yang masuk dalam kategori delapan golongan penerima zakat (asnaf), sehingga berhak memperoleh bantuan melalui program YBM PLN.

Manager PLN UP3 Semarang, Agung Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian PLN dalam membantu masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan, khususnya bagi penderita katarak yang terkendala biaya.

“Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini kami berkolaborasi dengan RSI Sultan Agung dan IZI Jawa Tengah untuk melaksanakan operasi katarak gratis. Program ini merupakan bagian dari kegiatan YBM PLN,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara PLN, RSI Sultan Agung, dan IZI Jawa Tengah dapat terus berlanjut, tidak hanya melalui program operasi katarak, tetapi juga berbagai kegiatan sosial lainnya.

“Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut, baik melalui program operasi katarak maupun kegiatan sosial lainnya yang menjadi bagian dari program YBM PLN,” katanya saat diwawancara wartawan.

“Kami berharap program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Masih banyak warga yang membutuhkan operasi katarak, sehingga kami berharap semakin banyak pihak yang dapat berkolaborasi membantu mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSI Sultan Agung Semarang, Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua, mengatakan pihaknya dipercaya menjadi mitra PLN karena memiliki layanan kesehatan mata yang lengkap melalui Semarang Eye Center.

Menurutnya, RSI Sultan Agung merupakan rumah sakit pendidikan yang didukung tenaga dokter spesialis mata berpengalaman serta rutin menangani operasi katarak.

“Semarang Eye Center merupakan unit layanan mata kami yang memiliki fasilitas dan tenaga medis yang lengkap. RSI Sultan Agung dipercaya karena memiliki kompetensi dalam penyelenggaraan operasi katarak,” ujarnya.

Agus menjelaskan, sebelum menjalani operasi setiap pasien akan melalui serangkaian pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan fisik, pemeriksaan mata secara menyeluruh, hingga pengukuran lensa yang akan dipasang.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat, pasien menjalani operasi yang berlangsung sekitar 10 hingga 20 menit menggunakan anestesi berupa tetes mata.

“Lensa mata yang sudah keruh akan diambil, kemudian diganti dengan lensa buatan yang jernih. Proses operasinya relatif singkat, sekitar 10 sampai 20 menit,” jelasnya.

Usai operasi, pasien umumnya sudah diperbolehkan pulang pada hari yang sama. Penglihatan akan membaik secara bertahap sesuai proses penyembuhan masing-masing pasien.

Selama masa pemulihan, pasien diminta tidak mengucek mata, tidak tidur tengkurap, menghindari tekanan pada bola mata, serta menjaga mata agar tidak terkena air kotor guna mencegah infeksi.

“Pada umumnya dalam dua hingga empat hari pasien sudah dapat kembali beraktivitas normal apabila tidak memiliki penyakit penyerta ataupun komplikasi lainnya,” tambah Agus.

Salah seorang penerima manfaat, Suroto, warga Genuk, Kota Semarang, mengaku bersyukur dapat mengikuti operasi katarak gratis yang diselenggarakan YBM PLN UP3 Semarang.

Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat yang kesulitan membiayai operasi katarak.

“Alhamdulillah saya sangat terbantu dengan adanya operasi katarak gratis ini. Semoga program seperti ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi masyarakat. Kami juga mendoakan seluruh karyawan PLN selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang berkah,” ungkapnya. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN