SEMARANG, Jatengnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang memprakirakan kondisi cuaca di Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, didominasi cerah berawan hingga berawan pada periode 28 Juli 2026 pukul 19.00 WIB hingga 29 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan prakiraan BMKG, masyarakat diimbau tetap mewaspadai potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring berlangsungnya musim kemarau. Imbauan tersebut juga sejalan dengan meningkatnya risiko kebakaran akibat kondisi vegetasi yang mulai mengering.
Untuk wilayah Kota Semarang, cuaca diprakirakan umumnya cerah berawan hingga berawan. Angin bertiup dari arah Timur Laut hingga Barat Daya dengan kecepatan 3–20 kilometer per jam. Suhu udara berkisar 23–29 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada pada kisaran 75–85 persen.
Sementara itu, secara umum di wilayah Jawa Tengah, arah angin diprakirakan berasal dari Timur Laut hingga Barat Daya dengan kecepatan 3–20 kilometer per jam. Suhu udara berkisar 14–30 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan 75–95 persen.
Prakiraan cuaca di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah juga menunjukkan kondisi yang relatif serupa, yakni didominasi berawan hingga cerah berawan. Beberapa wilayah seperti Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Grobogan, Blora, Demak, Kendal, Batang, Brebes, Surakarta, Pekalongan, dan Tegal diprediksi mengalami cuaca cerah berawan, sedangkan daerah lain seperti Semarang, Salatiga, Jepara, Kudus, Karanganyar, Boyolali, Magelang, Temanggung, Cilacap, Purwokerto, Banjarnegara, dan Wonosobo didominasi kondisi berawan.
Selain kondisi cuaca daratan, BMKG juga mengingatkan aktivitas di wilayah perairan. Tinggi gelombang di Perairan Utara Jawa Tengah maupun Perairan Selatan Jawa Tengah diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut perlu diwaspadai oleh nelayan, operator kapal, maupun masyarakat yang beraktivitas di laut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca, terutama bagi yang memiliki aktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan, mengingat kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara


