Beranda Daerah Masuk Musim Kemarau, BPBD Jateng Imbau Warga Hemat Air dan Siapkan Cadangan...

Masuk Musim Kemarau, BPBD Jateng Imbau Warga Hemat Air dan Siapkan Cadangan Air

Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursari mengatakan, kebutuhan air bersih menjadi fokus utama pemerintah selama musim kemarau.

Ilustrasi tips hemat air pada musim kemarau dari BPBD Provinsi Jawa Tengah.
Ilustrasi tips hemat air pada musim kemarau dari BPBD Provinsi Jawa Tengah.(Foto: AI)

SEMARANG, Jatengnews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) mengimbau masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan memasuki musim kemarau dengan menerapkan langkah-langkah mitigasi sederhana, mulai dari menghemat penggunaan air hingga menyiapkan cadangan air bersih di rumah.

Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursari mengatakan, kebutuhan air bersih menjadi fokus utama pemerintah selama musim kemarau. Karena itu, BPBD bersama pemerintah kabupaten/kota telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi jauh sebelum puncak kemarau terjadi.

“Persiapan yang berkaitan dengan masyarakat tentu adalah pemenuhan kebutuhan air bersih. Kami bersama BPBD kabupaten/kota sudah melakukan rapat dan persiapan sejak jauh-jauh hari,” kata Bergas saat diwawancarai Jatengnews.id melalui sambungan telepon, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, upaya mitigasi tidak hanya dilakukan pemerintah. BPBD juga menggandeng dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta berbagai lembaga swadaya masyarakat untuk membantu distribusi air bersih apabila kekeringan meluas.

Bergas menjelaskan, seluruh wilayah di Jateng memiliki potensi mengalami kekeringan, baik daerah pegunungan, dataran rendah, maupun pesisir. Pengalaman saat fenomena El Nino pada 2019 dan 2023 menunjukkan dampak kekeringan sempat meluas hingga 33 kabupaten/kota.

Meski demikian, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi risiko tersebut. Salah satunya melalui pembangunan sumber air baru, termasuk pengeboran sumur dengan kajian geolistrik di sejumlah daerah yang selama ini kesulitan mendapatkan air.

“Pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota sudah melakukan berbagai aktivitas untuk mencari sumber mata air baru melalui sumur bor. Untuk daerah yang memang sangat sulit air, tentu upayanya harus lebih besar,” ujarnya.

BPBD Jateng juga telah menyiapkan sekitar 44,9 juta liter air bersih untuk menghadapi musim kemarau tahun ini. Hingga akhir Juli, sekitar 5,8 juta liter telah didistribusikan kepada masyarakat, sehingga stok yang tersedia masih mencapai sekitar 39 juta liter, di luar tambahan bantuan dari CSR dan berbagai pihak lainnya.

Selain menyiapkan pasokan air, Bergas mengingatkan masyarakat agar mulai menerapkan kebiasaan hemat air sebagai bagian dari mitigasi bencana.

Ia mengimbau warga segera memperbaiki jaringan atau instalasi air yang bocor agar tidak terjadi pemborosan.

Masyarakat juga dianjurkan menyiapkan tandon atau tempat penampungan air sebagai cadangan ketika pasokan mulai berkurang.

“Yang paling penting adalah hemat air. Kemudian memelihara jaringan air supaya tidak terjadi kebocoran dan menggunakan air seefisien mungkin. Kalau memungkinkan, siapkan juga tandon sebagai cadangan dengan memanfaatkan sumber air yang ada,” katanya.

BPBD berharap langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi dampak musim kemarau sekaligus memperkuat kesiapsiagaan apabila kondisi kekeringan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

Penulis : M Kamal

Editor : Jaka N

Exit mobile version