Demak, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 68 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar sosialisasi pencegahan bullying di SDN 2 Wonowoso, Desa Wonowoso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Senin (28/7/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 160 siswa dari kelas I hingga VI sebagai upaya meningkatkan kesadaran tentang bahaya perundungan sekaligus membangun budaya sekolah yang aman dan saling menghargai.
Program yang diinisiasi Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN MIT Posko 68 tersebut menghadirkan Amanda Tri Wulandari, Marini, dan Dasril sebagai pemateri. Kegiatan turut dihadiri Kepala SDN 2 Wonowoso Nanik Rochayati, S.Pd., dewan guru, serta seluruh mahasiswa KKN MIT Posko 68.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Asmaul Husna, dilanjutkan sambutan Kepala SDN 2 Wonowoso dan Ketua KKN MIT Posko 68 sebelum memasuki sesi penyampaian materi.
Kepala SDN 2 Wonowoso, Nanik Rochayati, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi yang dinilai memberikan edukasi penting bagi siswa mengenai dampak bullying.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa KKN Posko 68 Desa Wonowoso. Semoga kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan wawasan dan edukasi yang bermanfaat bagi seluruh siswa, khususnya dalam memahami bahaya bullying serta pentingnya saling menghargai sesama teman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KKN MIT Posko 68, Achmad Syafiil Anam, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang ramah anak.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa mengenai perilaku bullying beserta dampaknya, sehingga dapat membentuk karakter yang peduli, saling menghormati, dan berani menolak segala bentuk perundungan,” katanya.
Materi Bullying Disampaikan Secara Interaktif
Dalam sosialisasi, mahasiswa KKN menjelaskan berbagai materi mulai dari pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, dampak bagi korban maupun pelaku, cara mencegah bullying, langkah yang harus dilakukan ketika menjadi korban, hingga sikap yang tepat saat menyaksikan tindakan perundungan.
Agar materi mudah dipahami siswa sekolah dasar, penyampaian dikemas secara interaktif melalui diskusi, ice breaking, kuis edukatif, serta pemberian hadiah bagi siswa yang aktif menjawab pertanyaan.
Suasana kegiatan berlangsung meriah. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, berani menjawab pertanyaan pemateri, serta aktif berdiskusi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Dukung Terwujudnya Sekolah Ramah Anak
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memahami bahwa bullying dapat memberikan dampak negatif, baik bagi korban maupun pelaku. Selain itu, mereka juga diajak untuk menghargai perbedaan, saling menghormati, dan berani melaporkan apabila melihat tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Mahasiswa KKN MIT Posko 68 berharap edukasi yang telah diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu membentuk karakter peserta didik yang peduli, empati, dan bertanggung jawab.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN UIN Walisongo dan SDN 2 Wonowoso ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak, aman, inklusif, dan bebas dari bullying.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN MIT Posko 68
Editor: R. D. Pramesti


