Beranda Pendidikan Mahasiswa KKN UPGRIS Dampingi UMKM Sagon di Kendal, Dorong Produk Lokal Tembus...

Mahasiswa KKN UPGRIS Dampingi UMKM Sagon di Kendal, Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Digital

Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital.

KKN Upgris UMKM Sagon
Mahasiswa KKN UPGRIS bersama Siti Khuril pelaku UMKM Sagon di Kendal (Foto:ist)

KENDAL, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) memberikan pendampingan kepada UMKM pembuat sagon milik Siti Khuril di Desa Wonodadi, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Sabtu (1/8/2026).

Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital.

Pendampingan diawali dengan observasi terhadap proses produksi yang telah dijalankan selama hampir 20 tahun. Mahasiswa meninjau seluruh tahapan pembuatan sagon, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan adonan, proses pemanggangan, hingga pengemasan.

Berdasarkan hasil observasi, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan selama proses produksi, penggunaan kemasan yang lebih menarik dan informatif, serta pencantuman identitas produk untuk meningkatkan nilai jual.

Selain itu, pelaku UMKM juga dikenalkan dengan strategi pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace. Pendampingan meliputi teknik pengambilan foto produk, penyusunan deskripsi yang menarik, penentuan harga jual, hingga pemanfaatan platform digital sebagai media promosi.

Kepala Desa Wonodadi, Suhanto, mengapresiasi program yang dijalankan mahasiswa KKN UPGRIS karena dinilai mampu mendukung pengembangan usaha masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS yang memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM. Harapannya, ilmu dan inovasi yang diberikan dapat membantu usaha masyarakat berkembang serta meningkatkan nilai jual produk lokal,” ujar Suhanto.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UPGRIS, Pandu Kresnapati, S.Pd., M.Pd., mengatakan pendampingan UMKM merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.

“Mahasiswa diharapkan tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi juga mampu memberikan solusi yang bermanfaat sesuai dengan potensi desa. Pendampingan UMKM seperti ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” katanya.

UMKM sagon milik Siti Khuril selama ini memproduksi sagon berdasarkan pesanan pelanggan untuk kebutuhan konsumsi keluarga, hajatan, maupun berbagai acara. Meski telah memiliki pelanggan tetap, pemasaran produk masih terbatas di lingkungan sekitar dan belum memanfaatkan media digital secara optimal.

Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS berharap produk sagon khas Desa Wonodadi mampu memiliki daya saing yang lebih tinggi, menjangkau pasar yang lebih luas, serta meningkatkan pendapatan pelaku usaha. Program ini juga diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi UMKM berbasis produk lokal.

Penulis : Tim Mahasiswa KKN

Editor : Jaka N

Exit mobile version