Gubernur Luthfi Minta Peserta PKN II Ciptakan Inovasi, Jangan Hanya Bawa Sertifikat

Menurut Luthfi, keberhasilan seorang peserta pelatihan diukur dari kemampuan menciptakan perubahan setelah kembali ke instansi masing-masing.

SEMARANG, Jatengnews.id  – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII menghasilkan inovasi nyata yang mampu mempercepat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, bukan sekadar menyelesaikan pelatihan untuk memperoleh sertifikat.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka PKN Tingkat II Angkatan XXVIII di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).

Menurut Luthfi, keberhasilan seorang peserta pelatihan diukur dari kemampuan menciptakan perubahan setelah kembali ke instansi masing-masing.

“Harapannya nanti setelah adanya PKN, dia pulang ke provinsi atau daerahnya bisa merubah daripada birokrasinya, atau mempunyai terobosan ide-ide kreatif, sehingga mereka akan lebih maju,” ujar Luthfi.

Ia menegaskan, tantangan birokrasi saat ini menuntut pemimpin yang adaptif, mampu mengambil keputusan, serta menghadirkan solusi melalui kolaborasi, bukan bekerja secara parsial.

“Mengatasi suatu problem juga tidak bisa sendiri-sendiri. Kita mengatasi problem tidak bisa one man show, parsial, kasus per kasus, tetapi harus kolaboratif secara bersama-sama,” tegasnya.

Luthfi mencontohkan keberhasilan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional yang diraih melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh organisasi perangkat daerah. Menurutnya, pola kolaborasi tersebut perlu diterapkan dalam pengembangan sektor lain, seperti pariwisata dan ekonomi hijau.

PKN Tingkat II Angkatan XXVIII diikuti 51 peserta dari kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota di berbagai daerah. Sementara itu, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran LAN RI Erna Erawati menekankan pentingnya kepemimpinan adaptif, berorientasi pada dampak, dan mampu membangun kolaborasi agar kebijakan pemerintah benar-benar menyelesaikan persoalan masyarakat.

Penulis : Jaka N

Editor : Shodiqin

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN