SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 119 Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana tanah longsor di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan edukasi kebencanaan, kesehatan, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, hingga pemanfaatan teknologi.
Puncak kegiatan berupa edukasi dan sosialisasi dilaksanakan pada Minggu (26/7/2026) di Balai Desa Kalongan. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dari Dusun Dampu, Bandungan, Glepung, dan Tompogunung yang menjadi sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan longsor cukup tinggi.
Kegiatan ini dilatarbelakangi kondisi geografis Desa Kalongan yang berada di kawasan berbukit sehingga memiliki potensi terjadinya tanah longsor, khususnya ketika intensitas hujan meningkat.
Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, mahasiswa KKN-T 119 berupaya meningkatkan kapasitas warga agar tidak hanya memahami potensi bencana, tetapi juga mampu melakukan langkah mitigasi dan penyelamatan secara mandiri ketika kondisi darurat terjadi.
Salah satu materi yang diberikan adalah edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).
Dalam sesi tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai prinsip dasar pertolongan pertama, mulai dari penanganan luka ringan hingga penggunaan perlengkapan dalam kotak P3K, seperti kasa steril, antiseptik, perban, dan plester.
Mahasiswa juga memperagakan teknik evakuasi sederhana yang dapat dilakukan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat.
Selain itu, warga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menyiapkan Tas Siaga Bencana. Tas tersebut diharapkan berisi berbagai kebutuhan penting, seperti dokumen keluarga, pakaian ganti, obat-obatan pribadi, senter, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya yang mudah dibawa ketika harus melakukan evakuasi.
Pada bidang teknologi pangan, mahasiswa memperkenalkan inovasi pouch pangan darurat berupa pangan siap konsumsi yang praktis, bergizi, dan tidak membutuhkan proses pemasakan.
Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat ketika berada di lokasi pengungsian atau dalam kondisi darurat.
Ketua Tim Siaga Bencana Dusun Dampu, Bambang, mengapresiasi kegiatan yang digelar mahasiswa KKN-T 119. Menurutnya, materi yang disampaikan mampu menambah pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Ia menilai penyampaian materi dilakukan secara menarik dan mudah dipahami sehingga masyarakat mengikuti kegiatan dengan antusias.
Bambang juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus mengembangkan kemampuan serta mengabdikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat.
“ KKN-T 119 is the best!” ujarnya.
Selain edukasi kesehatan dan pangan, mahasiswa KKN-T 119 memberikan pemahaman mengenai mitigasi tanah longsor berdasarkan kondisi geologi wilayah.
Masyarakat dikenalkan dengan berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya longsor, tanda-tanda awal pergerakan tanah, serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana.
Mahasiswa juga mengajak warga memahami pentingnya menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman. Warga dilibatkan dalam diskusi mengenai kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing agar dapat mengenali potensi bahaya sejak dini.
Pemanfaatan teknologi turut menjadi bagian penting dalam program tersebut. Tim KKN-T 119 memperkenalkan inovasi berupa pemetaan geospasial yang memuat informasi geologi dan kawasan rawan longsor, digitalisasi penyimpanan dokumen penting keluarga, serta website mitigasi bencana.
Platform digital tersebut dapat diakses masyarakat melalui saka-six.vercel.app dan dirancang sebagai pusat informasi mengenai edukasi, panduan mitigasi, serta berbagai informasi kebencanaan yang relevan dengan kondisi Desa Kalongan.
Kehadiran platform tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi kebencanaan secara cepat, mudah dipahami, dan dapat diakses secara berkelanjutan.
Anggota Karang Taruna Dusun Bandungan, Siska dan Eka, yang turut mengikuti kegiatan, mengatakan sosialisasi memberikan pengetahuan baru mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana.
“Materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih siap menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Rangkaian sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan materi dari mahasiswa Teknik Lingkungan dan Ekonomi.
Dalam sesi tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas air bersih, pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan, serta penguatan ekonomi keluarga sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat menghadapi bencana.
Mahasiswa menjelaskan bahwa pengelolaan lingkungan yang baik dapat membantu mengurangi berbagai risiko yang muncul setelah bencana. Di sisi lain, ketahanan ekonomi keluarga menjadi faktor penting agar masyarakat mampu memulihkan kondisi kehidupan dengan lebih cepat setelah terjadi bencana.
Materi juga dilengkapi dengan pengenalan digitalisasi dokumen penting sebagai langkah untuk melindungi dokumen administrasi keluarga ketika terjadi keadaan darurat.
Perwakilan PKK Dusun Bandungan, Suwarna, S.Si., mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN-T 119 UNDIP.
Menurutnya, materi mengenai air bersih, pengelolaan sampah, digitalisasi dokumen, dan penguatan ekonomi tangguh memberikan wawasan baru yang relevan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Materi yang disampaikan mengenai air bersih, pengelolaan sampah, digitalisasi dokumen, dan penguatan ekonomi tangguh memberikan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan tambahan simulasi praktik. Dengan demikian, masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menghadapi situasi darurat.
Suwarna juga memberikan semangat kepada mahasiswa agar terus menjalankan pengabdian kepada masyarakat dengan penuh dedikasi hingga seluruh rangkaian KKN selesai.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat terlihat aktif mengikuti setiap sesi melalui diskusi dan tanya jawab. Antusiasme tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian warga terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Melalui perpaduan edukasi kebencanaan, inovasi teknologi, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi, Tim KKN-T 119 UNDIP berharap program tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar bencana di Desa Kalongan.
Ke depan, masyarakat diharapkan semakin mandiri dan tangguh dalam menghadapi ancaman tanah longsor. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah desa, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan agar Desa Kalongan semakin siap menghadapi potensi bencana.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN UNDIP
Editor : Alif Nazzala Rizqi


