KARANGANYAR, Jatengnews.id – Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Karanganyar sekaligus Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerahnya tidak menggunakan LPG 3 kilogram (gas melon) bersubsidi untuk operasional dapur MBG.
Pernyataan tersebut disampaikan Adhe usai mengikuti Apel Siaga Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Senin (3/8/2026).
“Kami pastikan di Kabupaten Karanganyar tidak ada penggunaan gas melon untuk SPPG. Kami akan terus melakukan penyisiran dan pengawasan bersama,” kata Adhe.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diterapkan agar pelaksanaan program MBG tidak mengganggu ketersediaan LPG bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat.
Selain memastikan penggunaan energi, Adhe juga mendorong seluruh SPPG menyerap bahan pangan hasil produksi lokal. Pemkab Karanganyar telah berkoordinasi dengan Asosiasi BUMDes untuk memetakan potensi produk unggulan di setiap desa.
“Saya ingin memastikan setiap SPPG harus menyerap hasil lokal. Esensinya adalah bagaimana uang yang berputar melalui SPPG bisa menggerakkan ekonomi masyarakat di bawah, selain mendukung penanganan stunting dan mewujudkan Indonesia Emas,” ujarnya.
Adhe menambahkan, hingga kini tidak ada SPPG di Karanganyar yang terdampak isu penghentian operasional yang terjadi di sejumlah daerah lain.
“Sementara hasil pengecekan saya ke koordinator wilayah, tidak ada yang terdampak di Karanganyar. Nanti akan saya cek kembali untuk memastikan,” tegasnya.
Saat ini terdapat sekitar 140 SPPG di Karanganyar. Sebanyak 90 unit telah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan. Kapasitas layanan setiap SPPG bervariasi, mulai 1.000 hingga 1.800 penerima manfaat.
“Sejak awal memang kapasitasnya berbeda-beda. Ada yang melayani sekitar 1.000 sampai 1.800 penerima manfaat. Insya Allah kondisi di Karanganyar sudah cukup baik,” pungkas Adhe.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N
