UNGARAN, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 119 Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tanah longsor.
Upaya tersebut dilakukan melalui program edukasi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Teknologi Pangan yang menyasar masyarakat Dusun Dampu, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Kegiatan ini dirancang untuk membekali warga dengan pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat diterapkan ketika terjadi kondisi darurat, khususnya sebelum bantuan dari petugas tiba.
Dalam materi K3, mahasiswa KKN-T 119 mengenalkan prinsip Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Warga diberikan pemahaman mengenai langkah penanganan luka ringan serta pemanfaatan perlengkapan yang tersedia dalam kotak P3K.
Sejumlah perlengkapan seperti kasa steril, antiseptik, perban, dan plester diperkenalkan sekaligus dijelaskan cara penggunaannya dalam situasi darurat.
Tak hanya penyampaian materi, mahasiswa juga melakukan demonstrasi teknik evakuasi sederhana. Praktik tersebut diharapkan dapat membantu warga mengambil tindakan awal secara tepat dan aman ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan evakuasi.
Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui edukasi mengenai Tas Siaga Bencana. Mahasiswa menjelaskan sejumlah barang penting yang sebaiknya disiapkan keluarga dan ditempatkan dalam tas yang mudah dibawa saat evakuasi.
Isi tas tersebut antara lain dokumen penting, pakaian ganti, obat-obatan pribadi, senter, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
“Persiapan sederhana sebelum bencana dapat membantu masyarakat bertindak lebih cepat dan terarah ketika kondisi darurat terjadi,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam edukasi tersebut.
Selain aspek keselamatan, mahasiswa KKN-T 119 turut memberikan edukasi di bidang Teknologi Pangan dengan memperkenalkan inovasi pouch pangan darurat.
Pangan tersebut dirancang sebagai makanan siap konsumsi yang praktis, bergizi, dan tidak membutuhkan proses pemasakan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat ketika berada di lokasi pengungsian atau dalam situasi darurat.
Ketua Tim Siaga Bencana Dusun Dampu, Bambang, menyampaikan apresiasi atas kegiatan edukasi yang diberikan mahasiswa.
Menurutnya, materi yang disampaikan mampu menambah pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Penyampaian materi yang mudah dipahami dan dikemas secara menarik juga membuat warga mengikuti kegiatan dengan antusias.
Bambang turut memberikan motivasi kepada mahasiswa KKN-T 119 agar terus mengembangkan kemampuan serta mengabdikan ilmu yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menutup sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa dengan seruan, “KKN-T 119 is the best!”
Melalui kegiatan tersebut, Tim KKN-T 119 UNDIP berharap masyarakat Dusun Dampu tidak hanya memahami pentingnya kesiapsiagaan, tetapi juga memiliki kemampuan dasar untuk memberikan pertolongan pertama, mempersiapkan kebutuhan keluarga, serta memenuhi kebutuhan pangan dalam kondisi darurat.
Edukasi K3 dan Teknologi Pangan ini menjadi bagian dari langkah mahasiswa dalam membangun masyarakat yang lebih tanggap, mandiri, dan siap menghadapi potensi bencana tanah longsor di wilayah Desa Kalongan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi


