Alumni PPNK Lemhanas Angkatan 119 Perkuat Kolaborasi Lintas Profesi untuk Solusi Bangsa

Komitmen tersebut disepakati usai penutupan PPNK Angkatan ke-119 di Jakarta.

JAKARTA, Jatengnews.id – Alumni Program Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-119 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia Tahun 2026 berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas profesi dan organisasi sebagai upaya menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Komitmen tersebut disepakati usai penutupan PPNK Angkatan ke-119 di Jakarta. Para alumni membentuk wadah kolaborasi yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sekretaris Ikatan Alumni (Ikal) Kolaboratif Angkatan ke-119, Betty Hariyani, mengatakan kolaborasi menjadi kunci menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks.

“Para peserta PPNK Lemhanas menyepakati untuk melaksanakan misi penguatan kebersamaan, kekeluargaan, dan pengembangan potensi pemikiran untuk memberikan solusi masalah bangsa, serta sosialisasi nilai-nilai kebangsaan secara inklusif dan kolaboratif,” ujar Betty.

Betty menjelaskan, sinergi alumni melibatkan berbagai organisasi, seperti Persatuan Insinyur Indonesia, Asosiasi CEO Mastermind Indonesia (ACMI), Indonesia Financial Group (IFG), dan Asosiasi Praktisi Coach Indonesia (APCI). Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi kepentingan bangsa.

Program PPNK Angkatan ke-119 berlangsung pada 27 Juli–2 Agustus 2026 dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai profesi. Selama pelatihan, peserta mengikuti diskusi, menyusun esai kebangsaan, serta merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan nasional.

“Kunci untuk menghadapi tantangan di masa depan adalah kolaborasi semua elemen masyarakat tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” katanya.

PPNK Angkatan ke-119 ditutup oleh TB Ace Hasan Syadzily di Markas Divisi Infanteri Kostrad Cilodong, Depok. Dalam sambutannya, Ace menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat dan memperkuat karakter kepemimpinan.

Betty yang juga Ketua PII Cabang Karanganyar menambahkan, para insinyur Indonesia harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan wawasan kebangsaan.

“Para insinyur Indonesia tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara,” tegasnya.

Penulis : Iwan Iswanda

Editor : Jaka N

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN