Beranda Daerah PLN UIK Tanjung Jati B Perkuat Keandalan Unit 2 Lewat Pemeriksaan Pulverizer

PLN UIK Tanjung Jati B Perkuat Keandalan Unit 2 Lewat Pemeriksaan Pulverizer

PLN UIK Tanjung Jati B melaksanakan pulverizer inspection pada Unit 2 PLTU Tanjung Jati B.

Petugas melakukan pemeriksaan komponen internal pulverizer Unit 2 PLTU Tanjung Jati B untuk mengidentifikasi kondisi dan tingkat keausan peralatan. Pemeriksaan menyeluruh ini bertujuan menjaga kualitas penggilingan batu bara agar pasokan bahan bakar menuju boiler tetap stabil dan proses pembakaran berlangsung optimal. (Foto : Dok PLN)
Petugas melakukan pemeriksaan komponen internal pulverizer Unit 2 PLTU Tanjung Jati B untuk mengidentifikasi kondisi dan tingkat keausan peralatan. Pemeriksaan menyeluruh ini bertujuan menjaga kualitas penggilingan batu bara agar pasokan bahan bakar menuju boiler tetap stabil dan proses pembakaran berlangsung optimal. (Foto : Dok PLN)

JEPARA, Jatengnews.id – Keandalan pembangkit listrik tidak hanya ditentukan oleh proses menghasilkan energi, tetapi juga dimulai dari bagaimana bahan bakar dipersiapkan. Di PLTU Tanjung Jati B, batu bara harus melalui proses penggilingan terlebih dahulu sebelum digunakan dalam pembakaran.

Untuk memastikan proses tersebut berjalan optimal, PLN UIK Tanjung Jati B melaksanakan pulverizer inspection pada Unit 2 PLTU Tanjung Jati B. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari pemeliharaan peralatan sekaligus upaya menjaga kestabilan proses pembakaran dan keandalan pembangkit.

Pulverizer atau coal mill merupakan peralatan yang berfungsi menghaluskan batu bara menjadi serbuk dengan ukuran tertentu. Serbuk tersebut kemudian dialirkan bersama udara primer menuju burner di boiler untuk menjalani proses pembakaran.

Kualitas hasil penggilingan memiliki peran penting dalam proses tersebut. Batu bara dengan tingkat kehalusan yang sesuai dapat membantu proses pembakaran berlangsung lebih merata sehingga energi panas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, mengatakan pemeriksaan pulverizer dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan jam operasi serta kondisi aktual peralatan.

“Keandalan proses pembakaran berawal dari kesiapan sistem penggilingan batu bara. Pulverizer harus mampu menghasilkan tingkat kehalusan dan aliran serbuk batu bara yang sesuai sehingga pembakaran di boiler dapat berlangsung stabil dan efisien,” ujar Andi.

Dalam kegiatan tersebut, pemeriksaan mencakup enam pulverizer pada Unit 2, yakni Mill 2A, 2B, 2C, 2D, 2E, dan 2F. Dari enam peralatan tersebut, Mill 2B, 2D, dan 2E menjalani pemeliharaan berkala 24.000 jam. Sementara Mill 2A, 2C, dan 2F menjalani pemeliharaan berkala 6.000 jam.

Perbedaan periode pemeliharaan tersebut disesuaikan dengan jam operasi, riwayat penggunaan, serta hasil evaluasi terhadap kondisi masing-masing peralatan. Apabila ditemukan komponen yang mengalami keausan atau penurunan performa, dilakukan tindakan perbaikan maupun penggantian.

Pada pulverizer yang menjalani overhaul, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sejumlah komponen utama, di antaranya roll wheel, grinding ring segment, dan rotating throat.

Roll wheel berfungsi memberikan tekanan sekaligus menggiling batu bara pada grinding ring segment. Sedangkan rotating throat berperan dalam mengatur distribusi udara primer yang membawa serbuk batu bara menuju burner.

Kondisi ketiga komponen tersebut menjadi perhatian karena memiliki keterkaitan langsung dengan proses penggilingan dan aliran bahan bakar. Keausan yang tidak ditangani dapat memengaruhi kualitas serbuk batu bara maupun kestabilan suplai bahan bakar menuju boiler.

Dalam pekerjaan pemeliharaan kali ini, PLN melakukan penggantian tiga roll wheel, pemasangan kembali grinding ring segment yang telah direkondisi, serta penggantian rotating throat berdasarkan hasil evaluasi teknis.

Setiap komponen yang dipasang diperiksa kembali untuk memastikan ukuran, posisi, kondisi, dan pemasangannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Andi menegaskan bahwa setiap keputusan pemeliharaan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan data kondisi peralatan.

“Penggantian komponen dilakukan berdasarkan data dan hasil inspeksi sehingga tindakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan peralatan. Dengan cara ini, pemeliharaan menjadi lebih tepat sasaran sekaligus mendukung keandalan peralatan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Pulverizer inspection tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemeliharaan Unit 2 PLTU Tanjung Jati B. Dalam pelaksanaannya, PLN menerapkan prinsip 5 ON, yakni On Safety, On Time, On Scope, On Quality, dan On Cost.

Prinsip tersebut menjadi pedoman agar setiap pekerjaan dapat diselesaikan dengan mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, kesesuaian ruang lingkup, kualitas hasil pekerjaan, serta efisiensi biaya.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, pemeliharaan peralatan pembangkit menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan infrastruktur kelistrikan. Sebab, keandalan pasokan listrik dibangun melalui rangkaian proses yang saling berkaitan, termasuk memastikan bahan bakar dapat diproses secara optimal sebelum masuk ke ruang pembakaran.

“Setiap tahapan dalam proses pembangkitan memiliki peran penting. Pulverizer yang terjaga kondisinya akan membantu menghasilkan pembakaran yang lebih stabil dan efisien. Melalui pemeliharaan yang konsisten, PLN terus menjaga keandalan pembangkit untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan pembangunan nasional,” pungkas Andi.

Penulis : Alif Nazzala Rizqi

Editor : Jaka Nuswantara

Exit mobile version