SEMARANG, Jatengnews.id – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 tak sekadar menjadi agenda seremonial pemerintah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengemas momentum tersebut dengan berbagai kegiatan yang menyasar langsung masyarakat, sekaligus mendorong perputaran ekonomi pelaku UMKM.
Mengusung tema “Gumregut Nyawiji”, rangkaian Hari Jadi ke-81 Jateng akan berlangsung di sejumlah lokasi, mulai Semarang hingga Boyolali. Agenda yang disiapkan meliputi bazar pangan murah, job fair, makan gratis, pameran UMKM, kegiatan keagamaan, olahraga, hingga hiburan musik gratis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno mengatakan, tema “Gumregut Nyawiji” merepresentasikan semangat kolaborasi seluruh elemen dalam membangun Jawa Tengah.
“Artinya Gumregut Nyawiji itu sebenarnya bahasa Jawa dari kolaborasi. Jadi bareng-bareng bersemangat untuk membangun Jawa Tengah. Ini selaras dengan arahan Pak Gubernur bahwa kita harus berkolaborasi dengan semua pihak,” kata Sumarno, Kamis, 13 Agustus 2026, usai memimpin rapat persiapan Hari Jadi Jawa Tengah di Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Menurut Sumarno, penyelenggaraan kegiatan sengaja dibuat tersebar agar manfaatnya tidak hanya dirasakan di satu lokasi. Masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Tengah diharapkan dapat ikut merasakan kemeriahan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari rangkaian kegiatan tersebut.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Pameran UMKM yang berlangsung pada 20–22 Agustus 2026 di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Ratusan pelaku UMKM dari berbagai daerah akan ambil bagian untuk memasarkan produk mereka.
“Volume antusiasmenya sangat besar, hampir semua halaman kantor gubernur penuh tenda. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan momen ini untuk hadir dan membela produk lokal,” ujar Sumarno.
Tak hanya mengandalkan kegiatan ekonomi, Pemprov Jateng juga menyiapkan hiburan gratis bagi masyarakat. Kawasan PRPP Semarang menjadi salah satu pusat kegiatan dengan agenda perlombaan, atraksi seni budaya dan pertunjukan musik yang menghadirkan Kla Project.
Di kawasan tersebut, Pemprov Jateng turut menggelar Fun Run dengan rute yang melintasi Puri Maerokoco. Kegiatan olahraga ini sekaligus menjadi sarana promosi destinasi wisata tersebut.
“Kami ingin mempromosikan kembali Puri Maerokoco supaya masyarakat Jawa Tengah mengingat dan mengenal lagi kawasan tersebut,” tuturnya.
Rangkaian peringatan juga menyentuh aspek sosial dan keagamaan. Pemprov Jateng menjadwalkan bazar pangan murah, job fair, makan gratis serta Jawa Tengah Bersholawat yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sementara itu, puncak peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah dijadwalkan melalui upacara dan resepsi pada 19 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB di Alun-alun Kidul Boyolali.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Friendship Run Borobudur Marathon 2026. Event tersebut melibatkan 1.000 peserta dan 750 pesenam serta masyarakat umum.
Menariknya, peserta dan masyarakat yang hadir juga akan disuguhi kuliner khas Boyolali secara gratis. Panitia menyiapkan sekitar 4.500 porsi makanan, terdiri atas 2.500 porsi soto Boyolali dan 2.000 porsi nasi tumpang.
“Boyolali dikenal sebagai Kota Soto dan Kota Sambal Tumpang. Nanti setelah lari, masyarakat dan peserta bisa menikmati sekitar 4.500 porsi soto dan nasi tumpang gratis,” kata Sumarno.
Sumarno berharap masyarakat turut meramaikan seluruh rangkaian Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah. Menurutnya, kegiatan tersebut harus memberikan manfaat lebih luas, terutama dalam menggerakkan ekonomi daerah.
“Kami sangat berharap masyarakat hadir dan berpartisipasi. Event ini bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi kami ingin ada dampak ekonomi nyata, khususnya bagi pelaku UMKM di Jawa Tengah,” pungkasnya.
Penulis : Jaka N
Editor : Shodiqin





