Beranda Daerah Dorong Produksi Pangan Aman, KKN-T 76 UNDIP Dampingi UMKM GilBarJu Terapkan Higiene...

Dorong Produksi Pangan Aman, KKN-T 76 UNDIP Dampingi UMKM GilBarJu Terapkan Higiene dan Sanitasi Produksi Pethek Krispi

Kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat bagi UMKM GilBarJu, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai higiene dan sanitasi.

Sosialisasi dan Pendampingan Penerapan Higiene dan Sanitasi Produksi Ikan Pethek Krispi oleh Mahasiswa KKN-T 76 UNDIP Bersama UMKM GilBarJu. (Foto : Dok KKN)
Sosialisasi dan Pendampingan Penerapan Higiene dan Sanitasi Produksi Ikan Pethek Krispi oleh Mahasiswa KKN-T 76 UNDIP Bersama UMKM GilBarJu. (Foto : Dok KKN)

SRAGEN, Jatengnews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 76 Universitas Diponegoro (UNDIP) terus mendorong peningkatan kualitas produk pangan lokal melalui edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM.

Salah satunya dilakukan melalui kegiatan Edukasi dan Pendampingan Penerapan Higiene dan Sanitasi Produksi pada UMKM Gilirejo Baru Maju (GilBarJu) di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, pada 14 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Gilirejo Baru tersebut menyasar anggota UMKM GilBarJu yang tengah mengembangkan produk olahan ikan lokal, khususnya ikan pethek krispi. Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi selama proses produksi sekaligus mendampingi pelaku UMKM dalam menerapkan praktik produksi pangan yang lebih higienis.

Penerapan higiene dan sanitasi menjadi salah satu aspek penting dalam menghasilkan pangan yang aman dan berkualitas. Karena itu, edukasi yang diberikan mencakup berbagai hal, mulai dari kebersihan personal, kebersihan peralatan dan area produksi, penanganan bahan baku, hingga pencegahan kontaminasi silang.

Kepala Desa Gilirejo Baru, Supratikno, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN-T 76 UNDIP tersebut.

“Kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat bagi UMKM GilBarJu, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai higiene dan sanitasi. Kami berharap edukasi yang diberikan mahasiswa KKN-T 76 dapat diterapkan oleh anggota UMKM dalam kegiatan produksi sehingga produk yang dihasilkan semakin baik dan berkualitas,” ujar Supratikno.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, penerapan higiene dan sanitasi dalam proses produksi UMKM GilBarJu masih perlu ditingkatkan. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang dilaksanakannya kegiatan edukasi dan pendampingan.

Koordinator UMKM GilBarJu, Warsiti, mengatakan bahwa sebenarnya sudah terdapat standar operasional prosedur (SOP) terkait higiene dan sanitasi. Namun, penerapannya masih belum dilakukan secara konsisten oleh seluruh anggota UMKM.

“SOP terkait higiene dan sanitasi sebenarnya sudah tersedia, tetapi penerapannya oleh anggota UMKM masih belum berjalan secara konsisten. Dengan adanya edukasi dan pendampingan ini, kami berharap setiap anggota dapat lebih memahami pentingnya kebersihan serta mampu menerapkannya selama proses produksi,” kata Warsiti.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T 76 UNDIP terlebih dahulu menyampaikan materi mengenai pengertian higiene dan sanitasi serta perannya dalam menjaga keamanan pangan. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai higiene personal bagi pekerja yang terlibat dalam proses produksi.

Para anggota UMKM diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, tidak mengenakan perhiasan ketika menangani produk, serta menggunakan alat pelindung diri (APD). APD yang diperkenalkan meliputi masker, celemek, penutup kepala, dan sarung tangan.

Selain kebersihan personal, mahasiswa juga menjelaskan pentingnya sanitasi pada peralatan, bahan baku, serta lingkungan produksi. Materi mengenai kontaminasi silang turut diberikan agar anggota UMKM memahami potensi perpindahan kotoran, mikroorganisme, maupun benda asing dari satu sumber ke produk pangan lainnya.

Pemahaman tersebut dinilai penting dalam proses pengolahan ikan pethek krispi. Dengan menjaga kebersihan mulai dari bahan baku hingga produk akhir, risiko terjadinya kontaminasi dapat diminimalkan sehingga kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa kemudian melakukan pendampingan secara langsung selama proses produksi. Anggota UMKM mendapatkan arahan mengenai praktik kebersihan yang perlu diperhatikan, terutama dalam penerapan higiene personal dan penanganan produk.

Pendekatan tersebut membuat anggota UMKM tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat melihat dan memahami bagaimana prinsip higiene dan sanitasi diterapkan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, KKN-T 76 UNDIP berharap UMKM GilBarJu dapat menerapkan praktik higiene dan sanitasi secara lebih konsisten. Proses produksi yang bersih dan higienis diharapkan mampu menghasilkan ikan pethek krispi yang aman, berkualitas, serta semakin dipercaya konsumen.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu Teknologi Pangan oleh mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP dalam mendukung pengembangan UMKM dan potensi pangan lokal Desa Gilirejo Baru.

Dengan pendampingan yang berkelanjutan, penerapan higiene dan sanitasi diharapkan tidak sekadar menjadi pengetahuan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dalam setiap tahapan produksi UMKM GilBarJu. Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan mutu produk sekaligus memperkuat keberlangsungan usaha pangan lokal di Desa Gilirejo Baru.



Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor    : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version